Hati-hati, Peningkatan Suhu Jadi Indikasi Adanya Perubahan Iklim

oleh -5.548 Kali Dibaca
infosawit
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, JAKARTA – Meningkatnya suhu di Asia dan efek buruk yang mungkin timbul sebagai akibatnya, dapat menjadi indikasi dari adanya perubahan iklim yang sedang terjadi di seluruh dunia. Mengutip Media Straits Times, perubahan suhu yang kian memanas, terjadi di banyak negara Asia.

Peningkatan suhu yang kian panas terbesar di Asia sebesar 45 derajat celcius terjadi di Negara Myanmar.

Berikutnya suhu panas sebesar 44,6 derajat celcius terjadi di Negara Thailand dan India yang mengalami suhu panas sebesar 44,5 derajat celcius.

BACA JUGA: Aceh Tamiang Lokasi Tepat Pengembangan Pabrik Minyak Makan (Pamima) Merah Berbasis Sawit

Kian meningkatnya suhu panas di banyak negara Asia ini, bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi, serta fenomena alamiah seperti El Nino dan perubahan siklus matahari.

Efek dari peningkatan suhu dapat beragam, termasuk perubahan pola cuaca, peningkatan intensitas cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, dan badai, peningkatan tingkat air laut yang dapat mempengaruhi wilayah pesisir, dan pergeseran habitat alami yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup berbagai spesies tumbuhan dan hewan.

Peningkatan suhu juga dapat mempercepat proses pelelehan es di kutub dan gunung es, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan permukaan laut yang signifikan.

BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Kian Jatuh di Bawah RM 3.500/ton

Sebab itu, dibutuhkan tindakan nyata guna mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperlambat perubahan iklim, supaya keselamatan planet bumi tetap terpelihara.

Sebagian besar masyarakat Indonesia juga mengalami kenaikan suhu udara mencapai 33 derajat celcius dan hampir merata dirasakan banyak orang.

Merujuk pemberitaan InfoSAWIT sebelumnya, kenaikan suhu panas  kali ini, akan menyulitkan perkebunan kelapa sawit nasional mendapatkan hasil panen maksimal. Pasalnya, merujuk catatan BMKG, suhu rata-rata bakal berkisar 34-36 derajat celcius. Untuk musim kering ini, BMKG memperkirakan bahwa bulan-bulan yang mengalami puncak atau suhu maksimum yakni jatuh pada April sampai Juni, bahkan beberapa sumber mengatakan sampai bulan Agustus 2023.

BACA JUGA: Peroleh Benih Sawit Bersertifikat, Ikuti Proses SP2BKS

Terkait usaha perkebunan kelapa sawit, periode April hingga Agustus 2023, menjadi bagian dari meningkatnya hasil panen Tandan Buah Segar (TBS).

Lantaran suhu panas bakalan maksimum pada April hingga Juni 2023, maka Redaksi Info SAWIT mendorong penerapan praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan dilakukan perkebunan kelapa sawit nasional.

Melalui praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan, maka antisipasi akan bencana alam hingga kegagalan panen akibat kenaikan suhu udara panas, akan mampu dilakukan mitigasi sedini mungkin.

Berbagai upaya perbaikan perlu dilakukan, seperti membuat wadah cadangan air di sekitar perkebunan kelapa sawit dan bergotong royong bersama masyarakat menyiapkan berbagai langkah yang dianggap perlu dilakukan ke masa mendatang. (T1)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com