Disbun Kaltim Dorong Perkebunan Sawit Rakyat Adopsi ISPO

oleh -998 Dilihat
infosawit
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, BALIKPAPAN  – Pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap pengembangan komoditas kelapa sawit di negara ini. Kelapa sawit kini menjadi komoditas strategis karena perannya sebagai penyumbang devisa terbesar dari sektor non-migas.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim), kontribusi kelapa sawit terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim melalui sektor pertanian mencapai 4,9 persen. Pada bulan September 2022, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) mencapai 154.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkirn mengungkapkan, perkembangan perkebunan kelapa sawit yang pesat di Kaltim membawa tantangan baru, yaitu adanya kampanye negatif yang mengkriminalisasi minyak sawit.

BACA JUGA: Wamenaker Apresiasi Upaya Perlindungan Pekerja Perempuan dan Anak di Sawit

“Mengingat perkebunan kelapa sawit memberikan banyak tenaga kerja dan menyumbang devisa bagi negara, diperlukan sistem pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang efektif, efisien, adil, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan ekonomi nasional,” katanya saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Percepatan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Kebun Sawit Rakyat di Hotel Golden Tulip, Selasa, (23/5/2023).

Muzakkir menyatakan bahwa Data pada bulan Desember 2022 menunjukkan bahwa luas total perkebunan komoditas di Kaltim mencapai 1,57 juta hektar, dengan kebun kelapa sawit mencakup 1,41 juta hektar (89,59 persen), yang terdiri dari kebun besar seluas 1,02 juta hektar (73 persen) dan kebun sawit rakyat seluas 0,37 juta hektar (22 persen).

Selanjutnya, terdapat pengaturan baru dan penting dalam Sistem Sertifikasi ISPO melalui Peraturan Presiden (Perpres) 44/2020. Salah satu poin penting dalam peraturan tersebut adalah penerapan Sistem Sertifikasi ISPO yang wajib bagi perusahaan dan pekebun, dan berlaku selama 5 tahun sejak diundangkannya peraturan tersebut.

BACA JUGA: Dianggap Tak Melindungi Buruh Kebun Kelapa Sawit, Cabut UU Cipta Kerja

“Khusus untuk pekebun kelapa sawit rakyat, diperlukan upaya untuk mendorong percepatan sertifikasi ISPO,” ungkap Muzakkir seperti dikutip InfoSAWIT dalam leman resmi Pemptov Kaltim.

Untuk mempersiapkan dan mendukung pekebun swadaya, langkah-langkah perlu dilakukan mulai dari sekarang mengingat keterbatasan yang dimiliki oleh mereka saat ini. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perkebunan berusaha mempercepat program sertifikasi ISPO Kebun Sawit Rakyat.

Muzakkir menyadari bahwa Dinas Perkebunan tidak dapat melakukannya sendiri, sehingga upaya percepatan sertifikasi ISPO perlu didukung pihak lain.

Tercatat Kegiatan diikuti 40 orang yang membidangi Perkebunan Kabupaten/Kota. Dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Perkebunan Kaltim, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kab. Paser dan  GIZ Sulam. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silakan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)