InfoSAWIT, KUCHING — Belum lama ini negara bagian Sarawak membagikan rencana komprehensifnya untuk mengatasi transisi energi dan krisis iklim pada acara International Sustainable Palm Oil Forum (ISPOF) di Caledonian Club di London.
Wakil Menteri Energi dan Kelestarian Lingkungan, Hazland Abang Hipni, mempresentasikan rencana komprehensif yang menjadi panduan negaranya.
Dalam konteks produksi Minyak Sawit Berkelanjutan, Hazland mengatakan aksesi Inggris Raya (UK) ke Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) merupakan peluang untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Asia-Pasifik, khususnya Malaysia.
BACA JUGA: BPKP Sebut Masih Ada Data Usaha Kelapa Sawit yang Tak Singkron
“Inggris dan Malaysia siap untuk melihat peluang pertumbuhan perdagangan yang signifikan melalui CPTPP dan penghapusan tarif merupakan solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara, terutama bagi konsumen Inggris dan produsen minyak sawit di Malaysia,” katanya seperti dilansir InfoSAWIT dari Borneo Post.
Lebih lanjut kata Hazland, kompleksitas isu pada kelapa sawit menjadi tantangan bagi pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan manfaat sosial-ekonomi sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
“Oleh karena itu, keseimbangan antara dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi menjadi dasar perumusan kebijakan menuju pembangunan industri kelapa sawit yang berkelanjutan,” katanya.
BACA JUGA: Vitamin E dalam Minyak Sawit: Manfaat dan Konsentrasi
Sementara, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Dato Sri Fadillah Yusof menyampaikan pidato utama di forum tersebut, di mana ia berbagi tentang Perdagangan Berkelanjutan dan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab di Era Global saat ini.
Sekadar infromasi, ISPOF akan menjadi platform untuk mempromosikan wacana perdagangan berkelanjutan, termasuk minyak sawit dengan harapan dapat mengedukasi konsumen tentang fakta minyak sawit berkelanjutan — manfaat kesehatan, dampak lingkungan, dan peluang ekonomi. (T2)
