InfoSAWIT, JAKARTA – Keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT. Syaukat Sejahtera, yang terlalu dekat lahan sawah warga Desa Keude Lapang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), diduga menjadi sumber pencemaran air di daerah sekitarnya.
PKS milik PT. Syaukat Sejahtera yang mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi minyak sawit mentah (CPO), juga memiliki kolam limbah yang terlalu berdekatan jaraknya, dengan lahan pertanian warga. Sejak 6 tahun lalu, keluhan warga sekitar sudah disampaikan kepada perusahaan.
Sejumlah petani di Desa Gampong Lapang Timur, Kecamatan Ganda Pura, Kabupaten Bireuen, Provinsi NAD, sudah mengeluhkan kondisi tanaman padi di sawah mereka, yang menjadi rusak, akibat air yang mengairi sawah menjadi hitam. Berdasarkan informasi warga, kandungan asam air (pH) sekitar 4 hingga 5. Sebagai informasi, kandungan asam air sendiri memiliki batas pH = 7.
BACA JUGA: Harga Saham Sawit Selasa 25 Juli 2023 Naik Hingga 2,84 Persen
Keluhan warga terkini, disampaikan kepada redaksi InfoSAWIT, dengan tujuan agar mendapatkan perhatian dan solusi dari pemilik perusahaan. Lantaran, pertanian padi sawah milik warga merupakan bagian dari ketahanan pangan nasional.
Menurut penuturan warga Desa Kaude Lapang yang berusia 44 tahun ini, persoalan lahan sawah desa diduga tercemar dari air kolam limbah PKS PT. Syaukat Sejahtera yang jaraknya terlalu dekat dengan lahan pertanian warga. Akibatnya, aliran air yang mengairi sawah menjadi tercemar dan berwarna hitam.
Warga berusia 44 tahun ini, dilahirkan di Desa Keude Lapang, mengharapkan supaya keberadaan kolam limbah milik PKS PT. Syaukat Sejahtera, tidak mencemari air warga sekitarnya. Lantaran persoalan ini sudah menahun dan butuh solusi perbaikan secepatnya.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN 25 Juli 2023 Naik Rp 150/Kg
Melalui pemberitaan InfoSAWIT ini, pihak PT. Syaukat Sejahtera, diharapkan dapat memberikan respon dan solusi bagi persoalan warga ini. Solusi dan perbaikan dibutuhkan secepatnya, supaya kenyamanan bersama dapat terwujud. Selain itu, Dinas Kabupaten Bireuen, diharapkan dapat terlibat bersama masyarakat dan perusahaan dalam menuntaskan persoalan ini.
“Kami berharap melalui Media InfoSAWIT, persoalan ini mendapat solusi terbaik dan pencemaran air warga dapat teratasi”, ujar warga kepada InfoSAWIT.
Warga 44 tahun ini, juga menginformasikan, adanya kunjungan Ketua Komisi 2 DPRK Kabupaten Bireuen, Abu Suhai, yang sekitar sebulan lalu, pernah mengunjungi lokasi lahan masyarakat. Wakil rakyat ini, mengunjungi lahan sawah blang Paloeh Desa Lapang Timung, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen yang rusak akibat aliran air yang terlalu asam. “Namun belum ada tindak lanjut lagi hingga sekarang,” tuturnya.
BACA JUGA: Periode Juli 2023 Realisasi DMO Minyak Goreng Sawit Diproyeksi Hanya 60 Persen
Redaksi InfoSAWIT berharap ada solusi terbaik bagi warga yang menyampaikan keluhan ini secepatnya. (T1)
