Indonesia – Inggris Sepakat Perkuat Kolaborasi, untuk Komoditas Perkebunan dan Kehutanan Berkelanjutan

oleh -2303 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Kemenko/ Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bertemu Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris, H.E Mr Graham Stuart MP.

InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dengan Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris, H.E Mr Graham Stuart MP di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (7/08), membahas isu mengenai perdagangan komoditas pertanian Indonesia – UK, petani kecil dan sertifikasi, serta komitmen terhadap perdagangan sektor pertanian dan isu perubahan iklim, termasuk perkembangan Forest Agriculture, Commodities, and Trade (FACT) Dialogue.

Tercatat total nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Inggris pada tahun 2022 mencapai jumlah US$ 2,7 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan 4.9% dari total perdagangan kedua negara pada tahun 2021. Perdagangan pada komoditas pertanian antara Indonesia dan UK pada tahun 2021 sampai 2022 menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 10,59%.

Menko Airlangga menyampaikan beberapa komitmen Indonesia pada perdagangan komoditas pertanian dan perubahan iklim termasuk upaya kebijakan perkebunan keberlanjutan Indonesia dalam menanggapi kebijakan European Union Deforestation-free Regulation (EUDR), yang baru-baru ini dikeluarkan Uni Eropa.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode I-Agustus 2023 Naik Tipis Rp 15,4/Kg, Cek Harganya..

“Penting bagi Inggris untuk mengetahui dan mengakui sepenuhnya standar keberlanjutan nasional sehingga menciptakan kondisi menuju akses pasar yang lebih baik untuk produk yang diproduksi secara berkelanjutan ke Inggris,” ungkap Menko Airlangga dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (8/8/2023).

Flagship kerjasama kedua negara dalam mengelola kayu dan produk kayu secara legal dan berkelanjutan tercermin melalui kesepakatan Forest Law Enforcement, Governance, and Trade – Voluntary Partnership Agreement (FLEGT – VPA) yang secara resmi telah berlaku sejak Desember 2018.

Pertemuan juga membahas mengenai langkah yang akan ditempuh ke depan dalam kerangka keketuaan bersama Indonesia dan Inggris pada FACT Dialogue, yang merupakan negara produsen dan konsumen sektor perkebunan dan kehutanan sebagai upaya address isu terkait sektor tersebut, terutama mengenai aspek keberlanjutan dalam rangka pengurangan emisi secara global. Downstream isu tematik dari FACT Dialgoue yaitu Transparency and Traceability, Smallholder Support, Trade and Market Development, dan Research, Development, and Innovation.

BACA JUGA: Terungkap Korupsi Dana Program Peremajaan Sawit Rakyat RP 27,5 Milyar di Katingan

Keketuaan bersama Indonesia dalam forum dialog ini akan berakhir pada akhir tahun 2023, selanjutnya kedua negara sedang mempersiapkan tindak lanjut dari FACT Dialogue pasca kepemimpinan Indonesia.

“Pemerintah Inggris mengapresiasi kerja sama Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sebagai Co-chair FACT Dialogue dan mengharapkan forum dialog non-negosiasi ini dapat terus menjadi forum bagi negara produsen dan konsumen komoditas perkebunan dan kehutanan untuk membahas aspek keberlanjutan,” ujar Co-chair Inggris untuk FACT Dialogue, Minister Stuart. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com