Pengembangan katalis dimulai dari skala laboratorium sebelum akhirnya diproduksi dalam skala pilot maupun komersial. Sintesa katalis dimulai dari proses eksploratif di dalam laboratorium untuk mendapatkan katalis yang aktif, dan jika hasil pengujian tidak sesuai dengan target, sintesa katalis akan diulang kembali dari proses formulasi ataupun perbaikan prosedur sintesa yang digunakan.
Semua upaya pengembangan ini diharapkan dapat mendorong substitusi bahan bakar fosil dengan bahan bakar nabati yang berasal dari berbagai jenis minyak dan lemak nabati, bukan hanya kelapa sawit. ITB, sebagai pusat keahlian dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki potensi besar untuk menjadi agen pengembangan di bidang energi baru dan terbarukan ini.
“Proses pengembangan yang telah dimulai dan sedang dilakukan ini pada gilirannya akan menjadi salah satu riak kecil dari gelombang besar perubahan global menuju pada bioekonomi yang berkelanjutan,” tandas dia. (T2)
