InfoSAWIT, BOGOR – Dalam sebuah diskusi mengenai Rencana Pelaksanaan Program dan Rencana Kerja Tahunan (RPP-RKT), Head of Department ESG PT. BIA, Bae Gyutae, menyoroti pentingnya kerjasama lintas sektor dalam upaya pelestarian alam.
Gyutae menjelaskan rencana kerja yang telah disusun bersama, menekankan perlunya implementasi segera. “Kami mengharapkan kerjasama multi pihak ini dapat segera dilakukan,” katanya dalam keterangannya kepada InfoSAWIT, Kamis (26/10/2023).
Pendapat senada juga disampaikan oleh Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi (RKK), Munawir, yang menekankan perlunya segera merencanakan upaya pelestarian alam. Ia memperingatkan tentang kendala yang akan dihadapi di masa depan, terutama musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena iklim El Nino.
BACA JUGA: Penguatan Konservasi Suaka Margasatwa Danau Bian di Merauke, BBKSDA Gandeng PT BIA
Persiapan, sarana, dan prasarana yang memadai untuk penanganan kebakaran menjadi sangat penting. “Kunci keberhasilan kerjasama adalah komunikasi yang baik antar pihak. Para pihak harus bersepakat mengenai partisipasi masyarakat yang merupakan faktor kunci dalam pengelolaan kawasan berkelanjutan,” kata Munawir.
Dia juga menegaskan bahwa kolaborasi ini harus mencakup perlindungan kawasan, pemberdayaan masyarakat sekitar, penguatan kelembagaan, dan konservasi keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, dukungan terhadap konservasi keanekaragaman hayati akan diwujudkan melalui kegiatan inventarisasi dan pemantauan tumbuhan serta satwa liar.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN 25 Oktober 2023 Turun 0,78 Persen Pada Rabu (25/10)
Selain itu, fasilitas transit untuk melepasliarkan satwa, pemantauan kebakaran, dan patroli yang melibatkan partisipasi masyarakat setempat juga akan menjadi bagian integral dari upaya ini. Ini akan dijalankan melalui program Kemitraan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Masyarakat Peduli Api (MPA). (T1)
