InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga kontrak minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia menyentuh level terendah dalam dua minggu pada Senin, (27/11/2023), mengikuti melemahnya harga minyak mentah dan minyak nabati lainnya yang diperdagangkan di Bursa Dalian, walau peningkatan ekspor mempu membatasi pelemahan harga.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Februari 2024 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menurun RM 26 per ton atau terdapat penurunan 0,67%, menjadi RM 3,864 (US$ 825,99) per metrik ton pada awal perdagangan, dan merupakan harga terendah semenjak 17 November 2023.
Merujuk laporan perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia pada Jumat, tercatat ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1 – 25 November 2023 naik 7,2% menjadi 1,15 juta ton dari sebelumnya hanya mencapai 1,08 juta ton untuk periode 1 – 25 Oktober 2023.
BACA JUGA: PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) Sepakat Merger dengan PT Jhonlin Agro Lestari (JAL)
Sementara surveyor kargo Intertek Testing Services mencatat pada Jumat, ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-25 November naik 13,6% menjadi 1,26 juta ton dari sebelumnya hanya mencapai 1,11 juta ton pada periode 1-25 Oktober 2023.
Dilansir Reuters, harga kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1, turun 0,76%, sedangkan kontrak harga minyak sawit berkode DCPcv1 turun 1,0%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,5%.
BACA JUGA: Indonesia Jadi Pemain Utama dalam Pengembangan Bioavtur Berbasis Minyak Sawit
Harga minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lain lantara mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global. (T2)
