InfoSAWIT, BENGKALIS – Sebuah kemitraan inovatif antara tim pengabdian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Riau (Unri), dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) telah membuahkan hasil dengan mengubah lidi sawit menjadi produk kerajinan tangan bernilai ekonomis. Kolaborasi ini melibatkan masyarakat Desa Hutan Panjang dan Darul Aman, Kecamatan Rupat, yang mayoritas anggotanya berasal dari Suku Akit.
Melalui keterampilan masyarakat setempat, lidi sawit diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan, termasuk piring dan karya seni lainnya. Sebelumnya, tim pengabdian telah memberikan mesin peraut kepada para pengrajin untuk mempermudah proses produksi.
Ketua tim Unri BPDLH, Adianto, berharap dapat membantu memasarkan produk-produk unik yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Hutan Panjang dan Darul Aman, saat melakukan audiensi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkalis pada Kamis, 30 November 2023 lalu.
BACA JUGA: Ekonomi Sirkular Dongkrak Pendapatan Petani Pada Program Peremajaan Sawit Rakyat
Lantaran utamanya disebabkan lokasi para pengrajin yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit yang jauh dari perkotaan, tim Unri BPDLH meminta dukungan dari pihak Disperindag. Adianto menyampaikan harapannya agar pemasaran produk tersebut dapat menjadi lebih efisien dan mencapai pasar yang lebih luas.
Menyambut baik inisiatif tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis, Zulpan menjelaskan, bahwa daerah tersebut memiliki perkebunan sawit yang cukup luas. Dia menyatakan bahwa Pemkab Bengkalis bersedia untuk bersinergi dan membantu dalam mempromosikan serta memasarkan produk kerajinan dari lidi sawit ini.
“Pada prinsipnya, kami Pemkab Bengkalis menyambut baik dan siap bersinergi membantu demi kemajuan masyarakat kami,” ungkap Zulpan dikutip InfoSAWIT dari laman resmi Pemkab Bengkalis, Sabtu (2/12/2023).
BACA JUGA: Perusahaan Sawit Negara, PalmCo dan SupportingCo Resmi Dibentuk
Zulpan mengakui bahwa produk berbahan baku lidi sawit memiliki potensi pasar yang bagus, bahkan sudah diekspor ke luar negeri oleh daerah lain. Dia menyatakan kesiapannya untuk memanfaatkan bahan baku yang melimpah dengan ide dan teknologi modern, sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi.
