Integrasi Sapi Sawit, Menuju Swasembada Sapi Melalui Konsep Budidaya Inovatif

oleh -4.367 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Penerapan integrasi sawit sapi.

InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam menghadapi stagnasi pertumbuhan populasi ternak sapi dan keterbatasan lahan peternakan, perubahan konsep dan sistem budidaya menjadi semakin mendesak. Langkah-langkah inovatif perlu diambil untuk mengatasi tantangan ini dan mewujudkan swasembada sapi.

Dalam menanggapi rendahnya pertumbuhan populasi ternak sapi, ditemukan bahwa perubahan konsep dan sistem budidaya dari intensif menjadi semi intensif menjadi langkah yang paling ampuh. Transformasi ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sapi, sekaligus memperhitungkan ketersediaan lahan yang semakin menyempit.

Kondisi ketersediaan lahan yang semakin sempit menuntut langkah sinergis dari para pengambil keputusan. Oleh karena itu, program SISKA (Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit) menjadi pilihan tepat untuk mensosialisasikan konsep baru ini. “Melalui pertemuan dengan program SISKA, kami sepakati untuk mengembangkan budidaya sapi sawit di Kalsel,” kata Ketua Pusat Studi Hewan Tropika (Centras) IPB, Prof. Mahrowi kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik 0,84 Persen Pada Kamis (11/1)

Kata Prof. Nahrowi, kegiatan kunjungan lapangan ke PT SISKA menjadi langkah penting dalam memahami kondisi lapangan dan merumuskan konsep pengembangan sapi yang belum jelas. Dengan melibatkan praktisi lapangan, kami berusaha menemukan solusi inovatif untuk mengatasi penurunan populasi sapi, khususnya sapi sawit di wilayah ini.

Dengan hanya 28 ribu hektar lahan sawit sapi di Kalsel, peluang untuk mencapai swasembada sapi dapat direalisasikan melalui sinergi antara sektor pertanian dan kehutanan. Lahan luas yang dimiliki oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat dimanfaatkan melalui Multi Usaha Kehutanan (MUK). Kami mendorong pelaku usaha sawit untuk diversifikasi dengan mengintegrasikan budidaya sapi sawit.

“Dalam sistem budidaya ini, asupan nutrisi dilepaskan kepada hewan dengan memperhitungkan insting alami mereka. Hewan dapat meramu makanan sesuai dengan kebutuhan individu mereka, memastikan pertumbuhan yang optimal dan kesehatan yang baik. Langkah ini sejalan dengan tren global menuju budidaya yang lebih berkelanjutan,” kata Prof. Nahrowi.

BACA JUGA: Tingkatkan Pendapatan Petani Sawit Sambil Kurangi Deforestasi, Berikut Solusinya

Tercatat di Indonesia, sistem budidaya intensif masih mendominasi. Namun, melalui transformasi konsep ini, kita berharap dapat menyadarkan bahwa perubahan adalah kunci keberlanjutan. Dengan memanfaatkan potensi lahan sawit yang ada dan mengintegrasikan sektor perkebunan dengan peternakan, dapat mencapai swasembada sapi, khususnya sapi di Kalsel. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com