InfoSAWIT, BANDUNG – Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit. Selain Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Program Sarana dan Prasarana, dana yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) juga dialokasikan untuk Program Pengembangan Sumberdaya Manusia, termasuk beasiswa dan pelatihan bagi pekebun.
Tercatat hingga tahun 2023, telah disalurkan dana sebesar Rp 435,67 miliar, memberikan manfaat kepada 6.265 mahasiswa penerima beasiswa dan 14.929 orang yang mengikuti pelatihan.
Diungkapkan Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kabul Wijayanto, pemerintah juga mendorong riset terkait kelapa sawit, baik di sektor hulu maupun hilir, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kebun kelapa sawit serta diversifikasi produk hilirnya.
“Bahkan hingga tahun 2023, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah mengalokasikan dana sebesar Rp 613,32 miliar untuk 329 riset yang melibatkan 1.202 peneliti dan 88 lembaga riset,” kata Kabul saat membuka acara Focus Group Discussion, bertajuk Membangun Kelapa Sawit Indonesia yang Berkelanjutan, yang dihadiri InfoSAWIT, di Bandung pada Kamis (7/3/2024).
Lebih lanjut tutur Kabul, pentingnya riset ini tidak hanya pada hasil semata, tetapi juga pada implementasi dan komersialisasi hasil riset untuk memberikan nilai tambah bagi pekebun dan pelaku usaha.
Selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk mendorong hilirisasi produk, industri kelapa sawit telah mengalami kemajuan dalam diversifikasi produk. Saat ini, telah ada lebih dari 184 produk turunan kelapa sawit, menurut data Kementerian Perindustrian.
BACA JUGA: Penyerbukan Buatan: Solusi untuk Meningkatkan Produksi Kelapa Sawit
BPDPKS juga telah mendukung Program Mandatori Biodiesel hingga mencapai bauran 35% (B35). Hingga tahun 2023, BPDPKS telah menyalurkan dana sebesar Rp162,9 triliun untuk membayar selisih harga antara Harga Internasional Pasar (HIP) Biodiesel dengan Harga Internasional Pasar (HIP) Solar. Program ini tidak hanya sebagai upaya hilirisasi kelapa sawit di bidang energi, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga CPO melalui penciptaan pasar CPO di dalam negeri.
