Program B100, Rudal Istimewa Buat Uni Eropa

oleh -46774 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Memet Hakim - Senior Agronomist, Konsultan, Dosen LB Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.

InfoSAWIT, JAKARTA –  Menjawab deklarasi perang dari negara-negara Uni Eropa melalui EUDR pada Minyak Sawit, maka Indonesia harus menembakan ICBM kelas berat ke Eropa dengan menyiapkan Program B-100. Sebagai Menteri Pertahanan Praboeo memang jeli melihat perang dagang ini. Bio solar adalah program terbaik dari Kementerian Pertanian. Saat ini Indonesia dan Malaysia adalah memiliki produksi minyak sawit sebesar 60 % dari produksi dunia, yakni sekitar 50 juta ton dan Malaysia sebesar 20 juta ton, sehingga lebih dominan untuk mengatur dunia.

Ajakan perang negara Eropa Barat harus kita lawan, Indonesia sekarang merupakan negara pionir untuk menghasilkan Fame (Bio diesel) dan Bensa (Bensin Sawit). Selain itu Indonesia memiliki produk tambang yang sangat diperlukan oleh mereka antara lain Bauxit sebagai bahan utama Alumunium dan Nikel industri baja tahan karat, baterai, Pembuatan Koin, Pembuatan Pesawat Terbang dan Reaktor nuklir serta Batubara. Bahan tambang ini dapat digunakan juga sebagai senjata pada perang dagang ini.

Presiden terpilih Prabowo Subianto mempunyai target besar untuk mewujudkan bahan bakar ramah lingkungan biodesel (B100) di era kepemimpinannya. Jika B-100 direalisasikan kita membutuhkan minyak sawit setidaknya 92 juta ton/tahun, sedang saat ini (2024) baru 50 juta ton, jadi perlu tambahan 43 juta ton lagi termasuk kebutuhan untuk bensa. minyak goreng dan industri dalam negeri juga meningkat.

BACA JUGA: SPKS Minta Percepatan Pendanaan Sertifikasi ISPO dari BPDPKS Bagi Petani Sawit Swadaya

Peningkatan produktivitas kelapa sawit ini tentu “sangat mungkin dilakukan”, teknologinya telah tersedia antara lain metoda Production Force Management yang memungkinkan kenaikan produktivitas antara 30-80%. Selain itu jika seluruh land bank yang tersedia di tanami, luas lahan sawit dapat bertambah menjadi 20 juta Ha, adanya Replanting pada Perkebunan rakyat (mengganti bibit asalan yasng sudah tua menjadi bibit unggul), perbaikan pola pemupukan, penemuan persilangan bibit unggul baru, dll tentu akan mendongkrak produksi Nasional Minyak kelapa sawit. Demikian juga Perkebunan kelapa sawit terlantar sebaiknya diberikan ke BUMN supaya ada manfaatnya bagi negara dan Masyarakat di sekitarnya.

Penambahan kebutuhan Dalam Negeri akibat adanya pertumbuhan penduduk dan pendapatan, penggunaan Bio Solar yang semakin haru semakin tinggi, penggunaan Bensa 2-3 tahun yad tentu memerlukan tambahan produksi juga. Kebutuhan untuk ekspor cukup dipertahankan disekitar 22-25 juta ton saja, itupun dalam bentuk olahan, tidak lagi dalam bentuk CPO. Dengan demikian harga minyak sawit dunia juga akan merangkak naik, karena kebutuhan minyak sawit dunia juga akan bertahap meningkat.

Ada nada pesimistik dari  Menteri ESDM terhadap program ini(Kompas.com, 16.05.2024)  Arifin Tasrif buka suara soal komitmen Presiden Terpilih Prabowo Subianto mewujudkan bahan bakar B100 atau biodiesel 100 persen. Tahun depan, Indonesia baru akan meningkatkan campuran itu mencapai 40 persen atau B40. Mudah-mudahan tahun depan bisa ke B40. Kita sudah siap dengan B40, sudah tes segala macam,” jelasnya. Sementara untuk meningkat menjadi B100, lanjut dia, juga harus dilihat dari ketersediaan bahan baku maupun potensi pasarnya. “Itu kan terkait peningkatan-peningkatan itu juga kita lihat balance daripada ketersediaan material dan kemudian pasar,” ungkap Arifin. (Liputan6.com, 16 Mei 2024).

BACA JUGA: Harga CPO Diprediksi Menguat Mulai Juni, Diperdagangkan Antara RM 3.900 hingga RM 4.150 per ton

Lebih parah lagi komentar Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), lebih pesimis lagi, bahwa kebijakan tersebut dapat membuat Indonesia “defisit minyak sawit” (CPO). Dengan B50 kita sudah minus 1,2 juta ton CPO. “Artinya kita enggak ada ekspor. Kalau enggak ada ekspor kita enggak dapat devisa”. (Detik.com, 27 Mei 2024)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com