BPDPKS Diberi Tugas Tambahan Guna Revitalisasi Kakao dan Kelapa

oleh -1399 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Humas Kemenko/ Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Hasil Rapat Internal di Istana Merdeka, Rabu (10/7/2024).

InfoSAWIT, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa dalam Rapat Internal yang membahas tentang pengelolaan kakao dan kelapa di Istana Merdeka, Rabu (10/7/2024), Presiden Joko Widodo memberi arahan terkait tugas tambahan yang diberikan kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang juga bertanggung jawab untuk me-replanting dan mengembangkan industri berbasis kakao dan kelapa.

“Yang penting dua-duanya itu adalah karena ini adalah smallholder ataupun kebun rakyat, disediakan benihnya oleh Perguruan Tinggi atau Balai Penelitian yang dibiayai oleh BPDPKS. Jadi, ada penugasan BPDPKS tidak hanya untuk kelapa sawit, tetapi juga untuk revitalisasi daripada kakao dan kelapa,” jelas Menko Airlangga dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (11/7/2024).

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menerangkan bahwa akan ada fasilitas penambahan perluasan ataupun membantu kakao Kebun Rakyat yang direvitalisasi. Lantas, Menko Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah akan mendorong riset untuk pengembangan kakao.

BACA JUGA: Ombudsman RI bersama KLHK Bahas Langkah Pencegahan Mal-Administrasi di Sawit

Langkah ini dalam upaya meningkatkan produksi kakao lokal dengan mengembangkan industri kakao yang juga melibatkan kebun rakyat untuk memenuhi kebutuhan kakao nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi kakao di Indonesia mencapai 641,7 ribu ton sepanjang tahun 2023.

Tercatat kebutuhan kakao sekarang yang bersumber dari lokal hanya 45% dan impor mencapai 55%. “Oleh karena itu, penting untuk replanting komoditas kakao agar luasan kakao meningkat dan produksinya bisa dikembalikan, mungkin double,” kata Airlangga

BACA JUGA: Perusahaan Sawit PT Hardaya Inti Plantations Dijatuhi Sanksi Rp 1 Miliar oleh KPPU

Selain membahas kakao dan kelapa, Menko Airlangga juga menghadiri Rapat Internal di Istana Merdeka mengenai bioetanol. Menko Airlangga menjelaskan bahwa rapat tersebut membahas tentang bensin bersulfur rendah yang dikaji oleh Pertamina.

“Yang sudah dilakukan percobaan adalah E5 (ethanol 5%). Sekarang Pertamina harus membuat studi bagaimana pengadaan untuk etanolnya. Kedua, kita sudah punya roadmap untuk memproduksi etanol dari pengembangan etanol di Papua, di Merauke. Jadi kita itu dikaji lagi,” tandas Menko Airlangga. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com