Meski begitu, bantuan benih padi gogo yang disediakan oleh Kementan berbeda dengan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Upaya pemenuhan benih padi gogo didorong tidak hanya pada lahan yang mengikuti program PSR, tetapi juga pada lahan perkebunan non-program.
Ardi menjelaskan bahwa integrasi sawit-padi gogo memiliki potensi, meskipun hanya untuk masa peremajaan saja. Berdasarkan karakteristik pertanaman padi, khususnya padi gogo, yang sangat dipengaruhi oleh pencahayaan dan ketersediaan air, potensi lahan perkebunan yang dapat dimanfaatkan adalah pada lahan pembukaan atau lahan peremajaan. “Kira-kira ada 200 ribu hektar di seluruh Indonesia,” tambahnya. (T2)
