Dalam hal risiko kenaikan, BMI mencatat penurunan stok minyak sawit Malaysia pada bulan Juli serta potensi dampak tertunda dari peristiwa El Niño 2023-2024 terhadap produksi di Indonesia. Stok minyak sawit Malaysia turun menjadi 1,73 juta ton pada bulan Juli dari 1,83 juta ton pada bulan Juni, meskipun produksi dan ekspor tetap kuat.
Secara keseluruhan, BMI memperkirakan bahwa harga CPO akan tetap berada di bawah tekanan, dengan beberapa risiko peningkatan terkait ketegangan geopolitik dan kondisi cuaca. Namun, peraturan baru yang diberlakukan oleh Uni Eropa dan persaingan yang ketat dari minyak nabati alternatif diperkirakan akan terus menekan pasar hingga tahun 2025. (T2)
