BPDPKS, menurut Helmi, telah melatih para petani sawit yang tergabung dalam koperasi untuk menghasilkan produk-produk UKMK seperti kosmetik dan kerajinan, yang kini siap diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas, termasuk di destinasi wisata premium seperti Labuan Bajo.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UMKM Manggarai Barat, drh. Theresia Primadona Asmom, menyambut baik inisiatif SPKS dan BPDPKS. Meskipun Manggarai Barat tidak memiliki perkebunan kelapa sawit, lebih dari 7.000 masyarakat dari wilayah ini bekerja di sektor kelapa sawit di luar daerah. Theresia berharap kolaborasi ini dapat mendorong inovasi bagi para pelaku wisata di Labuan Bajo, serta menciptakan sinergi antara produk khas Manggarai dan kelapa sawit.
Ketua Kadin Manggarai Barat, Ignasius Charles Angliwarman, juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kolaborasi antara sektor UMKM sawit dan pariwisata di Labuan Bajo. “Kami terus mendorong pariwisata untuk memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat. Kolaborasi antara Kadin, petani sawit, dan pelaku usaha pariwisata menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor perdagangan di Labuan Bajo,” ujar Ignasius.
BACA JUGA: Bumitama Agri Catatkan Kenaikan Pendapatan di Tengah Tantangan Pasar Minyak Sawit
Melalui workshop ini, diharapkan kolaborasi antara petani, pengusaha, dan pemerintah dapat terus berkembang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produk-produk UMKM berbasis kelapa sawit. Kadin Manggarai Barat berkomitmen untuk memfasilitasi kerja sama ini, guna menciptakan pasar yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi produk-produk kelapa sawit di Labuan Bajo. (T2)
