InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi Withdraw (WD) dengan harga CPO Penawaran tertinggi Rp. 15.315/kg pada Selasa (23/6/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 100/Kg atau turun sekitar 0,65% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada Senin (22/6/2026) yang mencapai Rp. 15.415/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp. 15.550/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.315/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp. 15.350/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.089/Kg. Harga CPO FOB Teluk Bayur dibuka Rp. 15.420/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.165/Kg.
Dilansir Reuters, harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026), setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam sekitar satu setengah bulan. Tekanan datang dari pelemahan harga minyak kedelai global (soyoil) serta penguatan nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat.
Harga kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman September 2026 di Bursa Malaysia Derivatives turun RM33 per ton atau turun sekitar 0,71 persen menjadi RM4.639 per ton pada jeda perdagangan siang. Koreksi ini terjadi setelah harga mencatat penguatan selama dua sesi perdagangan berturut-turut.
Pelaku pasar menilai pelemahan harga minyak nabati pesaing menjadi faktor utama yang membebani sentimen pasar sawit. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) tercatat turun sekitar 0,49 persen, sementara kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian, Tiongkok, terkoreksi 0,29 persen. Pada saat yang sama, kontrak minyak sawit di Dalian juga melemah 0,34 persen.
Meski demikian, data ekspor memberikan sentimen positif bagi pasar. Surveyor kargo Intertek Testing Services (ITS) melaporkan ekspor produk sawit Malaysia selama periode 1–20 Juni 2026 meningkat 19,1 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
BACA JUGA: Tumpangsari Pisang di Kebun Sawit Bisa Kurangi Produksi, Praktisi Ingatkan Pengelolaan Anakan
Sementara itu, perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia mencatat kenaikan ekspor yang bahkan lebih tinggi, yakni mencapai 25 persen secara bulanan pada periode yang sama.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Selasa (23/6/2026):
CPO_____
Franco Dumai Rp. 15.550 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.315-IBP
FOB Talang Duku Rp. 15.350 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.089-WNI
Franco Teluk Bayur Rp. 15.420 (WD).Penawwaran tertinggi Rp. 15.165-WIRA
Loco Ngabang Rp. 15.200 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.939-EUP
Loco Parindu Rp. 15.200 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.939-EUP
Loco Kembayan Rp. 15.100 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.839-EUP
Loco PKS Luwu – No Bidder
CPKO_____
Franco DumaI Rp. 26.330-IBP
FOB Palembang Rp. 25.530-IKIN
FOB Lampung Rp. 25.609 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 25.100-AMJP
PK_____
Franco Belawan Rp. 12.745-MM
(T2)
