Kementerian Perdagangan terus berkomitmen mendukung ekspor sawit nasional. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan, seperti Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 23 Tahun 2023 dan Nomor 50 Tahun 2022. Selain itu, pemerintah terus mempromosikan produk sawit Indonesia ke pasar-pasar baru, memperluas kerja sama internasional, dan memastikan bahwa produk sawit memenuhi standar keberlanjutan internasional.
Salah satu strategi penting dalam promosi adalah branding sawit Indonesia melalui platform digital, pameran internasional, dan dukungan perwakilan perdagangan di seluruh dunia. Dandy menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting dalam menghadapi tantangan di pasar global.
“Kami optimistis dengan dukungan semua pihak, Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai pengekspor sawit terbesar dunia dan terus meningkatkan daya saing produk sawit di pasar internasional,” jelasnya.
BACA JUGA: Pentingnya Pengakuan Sawit sebagai Obyek Strategis Nasional
Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan dan Civil Society BPDPKS, Aida Fitria, menambahkan bahwa BPDPKS terus mendorong riset dan inovasi untuk memajukan industri sawit Indonesia. Program penelitian dan pengembangan sawit diharapkan dapat memperkuat sinergi antara sektor hulu dan hilir, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Minat meneliti kelapa sawit dapat ditumbuhkan sejak dini di kalangan mahasiswa untuk mewujudkan industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan,” tutup Aida. (T2)
