InfoSAWIT, TANGERANG – Di tengah tantangan ekspor minyak sawit, terutama terkait dengan regulasi dari Uni Eropa, Kementerian Perdagangan mengajak para pelaku usaha untuk tetap optimistis. Mereka diimbau memanfaatkan berbagai peluang dari meningkatnya permintaan produk turunan sawit, seperti kosmetik berbasis sawit, oleokimia, dan biodiesel, di pasar internasional.
“Pelaku usaha harus bisa memanfaatkan peluang yang muncul di tengah tantangan. Tidak jarang, peluang tersebut bisa meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global,” ujar Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan, Dandy Satria Iswara, dalam keterangannya dikutip InfoSAWIT, Senin (14/10/2024).
Acara ini diselenggarakan bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan dihadiri oleh perwakilan perdagangan dari berbagai negara. Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 yang berlangsung dari 9 hingga 12 Oktober 2024.
BACA JUGA: Diplomasi Sawit Indonesia, Promosikan Produk Hilir ke Pasar Internasional
Dandy menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama industri sawit saat ini adalah peraturan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Peraturan tersebut bertujuan mengurangi deforestasi global dengan mengatur impor komoditas yang dinilai berkontribusi terhadap deforestasi, termasuk sawit. Eksportir diwajibkan memastikan keterlacakan produk mereka agar bisa tetap bersaing di pasar Eropa.
Namun, Dandy menegaskan bahwa peluang ekspor tetap ada di negara-negara lain. “Pada 2022, ekspor produk turunan sawit Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan di beberapa pasar seperti Filipina, Arab Saudi, dan Turki,” jelasnya.
Untuk menjaga daya saing di pasar global, pemerintah telah mengadopsi standar keberlanjutan baru melalui Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Standar ini memastikan bahwa produk sawit Indonesia memenuhi kriteria keberlanjutan internasional, sehingga dapat terus bersaing di pasar yang semakin peduli terhadap keberlanjutan.
BACA JUGA: Ombudsman RI Tekankan Pentingnya Tata Kelola Bersih untuk Keberlanjutan Industri Sawit
“Langkah-langkah pemerintah ini diharapkan dapat mengatasi tantangan yang ada, meningkatkan akses pasar, dan membuka pasar baru untuk produk sawit dan turunannya,” tambah Dandy.
