InfoSAWIT, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Indonesia menggelar Indonesia Downstream Palm Oil Industry Business Forum sebagai langkah diplomasi kelapa sawit dan upaya untuk mempromosikan produk hilir kelapa sawit ke pasar internasional. Acara yang diselenggarakan di Jakarta ini dihadiri oleh 128 peserta, termasuk calon pembeli dari 18 negara serta para pelaku industri kelapa sawit nasional.
Wakil Menteri Luar Negeri, Pahala Nugraha Mansury, dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia merupakan pemain utama dalam industri kelapa sawit global, menyumbang 59% dari produksi minyak sawit mentah (CPO) dunia, dengan nilai ekspor mencapai US$ 28,45 miliar. Selain menjadi sektor ekonomi penting, kelapa sawit berkontribusi besar terhadap pembangunan sosial, termasuk pengentasan kemiskinan.
Namun, industri kelapa sawit tidak lepas dari tantangan global, terutama hambatan perdagangan yang tidak adil, seperti kebijakan European Union on Deforestation-free Regulation (EUDR). Dalam forum tersebut, Wamenlu menekankan perlunya kerja sama antar negara berkembang untuk mengatasi tantangan ini, termasuk melalui perluasan keanggotaan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), riset bersama, dan peningkatan investasi.
BACA JUGA: Pemerintah RI Fokus pada Hilirisasi Industri Sawit Guna Perkuat Ekonomi Nasional
“Forum ini diharapkan dapat mengurangi miskonsepsi tentang industri kelapa sawit, membangun kemitraan baru, dan membuka peluang kolaborasi yang akan membawa industri kelapa sawit Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Pahala Nugraha, dalam keterangannya dikutip InfoSAWIT, Minggu (13/10/2024).
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, turut mengapresiasi inisiatif Kementerian Luar Negeri dalam menyelenggarakan forum ini. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat untuk memenuhi dan melampaui standar keberlanjutan internasional dalam industri kelapa sawit.
Forum Bisnis ini juga menyediakan platform bagi pengusaha nasional dan internasional untuk terlibat dalam business matching, khususnya di empat sektor utama: produk oleofood dan fitonutrien, oleokimia dan biomaterial, energi terbarukan, serta pupuk organik dari produk sampingan kelapa sawit. Selain itu, forum ini menampilkan demo memasak untuk menunjukkan keunggulan produk kelapa sawit dalam industri makanan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw Pada Jumat (11/10), Harga CPO Mingguan Naik Tipis
Para peserta asing juga berkesempatan mengunjungi PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) untuk mempelajari lebih lanjut tentang riset dan operasi produksi kelapa sawit yang memenuhi standar keberlanjutan. (T2)
