InfoSAWIT, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) telah menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) untuk biodiesel pada Oktober 2024 sebesar Rp12.633 per liter, ditambah biaya angkut. Harga baru ini mulai berlaku efektif per 1 Oktober 2024, sesuai dengan surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal EBTKE dengan nomor T-3823/EK.05/DJE.B/2024 pada 29 September 2024.
Dalam keterangan resmi dkutip InfoSAWIT, Kamis (14/11/2024), Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, mengonfirmasi penetapan harga ini di Jakarta pada 1 Oktober.
Ia menjelaskan bahwa perhitungan HIP biodiesel ini didasarkan pada pedoman yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024, yang mengatur formula HIP untuk bahan bakar nabati yang dicampur dengan bahan bakar solar, sementara ongkos angkut mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 153.K/EK.05/DJE/2024.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 13-19 November 2024 Naik Tipis
Secara rinci, formula harga HIP biodiesel diperoleh dari harga rata-rata CPO (Crude Palm Oil) bulan sebelumnya: HIP = (Harga KPB CPO Rata-rata + USD 85/ton) x 870 kg/m³ + Ongkos Angkut. Untuk periode 25 Agustus hingga 24 September 2024, harga rata-rata CPO ditetapkan sebesar Rp13.211 per kilogram.
Nilai USD 85 per MT digunakan untuk mengonversi bahan baku menjadi biodiesel, sementara angka 870 kg/m³ merupakan faktor kepadatan biodiesel dalam satuan liter. Kurs yang digunakan adalah rata-rata kurs tengah Bank Indonesia selama periode yang sama, yaitu sebesar Rp15.408.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Rabu (13/11), Harga CPO di Bursa Malaysia Masih Turun
HIP biodiesel ini menjadi acuan penting bagi sektor biodiesel domestik, membantu menstabilkan struktur biaya di tengah fluktuasi harga bahan baku. Penetapan ini juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam memajukan agenda energi terbarukan, serta mendukung industri biodiesel berbasis kelapa sawit sebagai alternatif energi yang berkelanjutan. Mekanisme penetapan harga HIP biodiesel memainkan peran penting dalam menyeimbangkan biaya produksi biodiesel dan memastikan daya saingnya di pasar bahan bakar nasional. (T2)
