600 Petani Sawit Swadaya Anggota SPKS dari Tiga Koperasi Dapat Sertifikat RSPO

oleh -6.283 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Sebanyak 600 petani sawit anggota SPKS yang tergabung dalam tiga koperasi menerima sertifikat RSPO di Bangkok, Thailand, pada 10 November 2024.

InfoSAWIT, BANGKOK – Sebagai salah satu aktor utama dalam keberhasilan Indonesia sebagai produsen minyak sawit dunia, petani sawit Indonesia terus berkomitmen untuk menghasilkan minyak sawit berkualitas dan berkelanjutan sesuai dengan permintaan pasar global, terutama negara-negara di Eropa dan Amerika. Bagian dari komitmen ini adalah mengikuti standar sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sebagai acuan minyak sawit berkelanjutan di tingkat internasional.

Komitmen ini terlihat dari para petani swadaya kecil di bawah naungan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), yang kini berhasil mendapatkan sertifikasi RSPO. Sebanyak 600 petani yang tergabung dalam tiga koperasi—Koperasi Produsen Karya Desa Mandiri di Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara; Koperasi Makmur Barokah Belutu di Siak, Riau; dan Koperasi Produsen Usaha Bersama Tunas Merapi Manunggal di Rokan Hulu, Riau—menerima sertifikat RSPO di Bangkok, Thailand, pada 10 November 2024.

Ketua Umum SPKS, Sabarudin, menegaskan bahwa petani sawit Indonesia memiliki komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan sesuai standar pasar global. Para petani ini tidak hanya menerapkan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sesuai dengan peraturan Indonesia, tetapi juga sertifikasi RSPO sebagai standar global untuk kelapa sawit berkelanjutan.

BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya di Konawe Utara Dapat Pelatihan Budidaya Sawit dari SPKS

“Anggota SPKS kini memiliki 12 koperasi yang tersertifikasi ISPO dan RSPO, dengan total 2.300 petani dan luas lahan sekitar 3.500 hektar. Ini menunjukkan bahwa petani sawit memiliki komitmen kuat untuk memproduksi sawit berkelanjutan sesuai permintaan pasar global,” ujar Sabarudin dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT pada Jumat (15/11/2024).

Sabarudin menekankan pentingnya mengubah pandangan bahwa petani kecil tidak dapat memenuhi standar keberlanjutan global. “Bukan hanya perusahaan besar yang mampu memproduksi sawit berkelanjutan. Petani kami juga berkomitmen pada upaya konservasi, seperti melindungi hutan di sekitar lahan yang mereka kelola, sebagaimana ditunjukkan oleh anggota SPKS di Kalimantan Barat,” jelasnya.

Meski begitu, Sabarudin mengakui bahwa penerapan standar keberlanjutan membutuhkan biaya besar. Sayangnya, dukungan dari perusahaan besar yang selama ini mendapatkan keuntungan besar dari industri sawit nasional, termasuk perusahaan anggota RSPO, masih minim bagi petani swadaya kecil. Dukungan dari pemerintah juga belum maksimal, sehingga SPKS berharap ada peningkatan dukungan dari perusahaan dan pemerintah agar lebih banyak petani dapat mengelola sawit sesuai dengan standar pasar global.

BACA JUGA: SPKS: Kolaborasi Kunci Sawit Berkelanjutan

Sabarudin juga menyatakan bahwa SPKS berkomitmen mendukung percepatan sertifikasi ISPO oleh pemerintah. “Semua koperasi SPKS akan mengejar sertifikasi ISPO. Kami yakin bahwa ISPO akan menjadi kunci peningkatan produktivitas sawit nasional sekaligus perbaikan tata kelola sektor sawit,” tandas dia. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com