Penurunan Nilai Ekspor November 2024: Sektor Industri Pengolahan Jadi Penyebab Utama

oleh -2.474 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Pelabuhan Ekspor CPO.

InfoSAWIT, JAKARTA Perubahan harga komoditas internasional pada November 2024 menunjukkan tren yang bervariasi. Harga komoditas energi, logam mineral, dan logam mulia mengalami penurunan secara bulanan, sedangkan harga komoditas pertanian meningkat, terutama minyak kelapa sawit, kakao, dan kopi.

Sementara itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur negara mitra dagang utama menunjukkan hasil yang beragam. Amerika Serikat (49,7) dan Jepang (49,0) berada di zona kontraksi, sedangkan Tiongkok (51,5) dan India (56,5) berada di zona ekspansif. Hal ini mencerminkan dinamika aktivitas industri yang berbeda-beda di pasar internasional.

Nilai ekspor Indonesia pada November 2024 tercatat sebesar US$24,01 miliar, turun 1,70 persen dibandingkan Oktober 2024. “Total nilai ekspor mengalami penurunan secara bulanan, didorong oleh penurunan nilai ekspor migas dan nonmigas. Namun, secara tahunan, nilai ekspor menunjukkan peningkatan,” ujar Amalia dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS terkait Perkembangan Ekspor-Impor November 2024, dikutip InfoSAWIT, Selasa (17/12/2024).

BACA JUGA: Sektor Perkebunan Kelapa Sawit Kuasai Lahan di Kalteng, Senator Dorong Optimalisasi Ekonomi

Amalia menjelaskan bahwa penurunan nilai ekspor nonmigas secara bulanan utamanya dipicu oleh sektor industri pengolahan. Nilai ekspor sektor ini turun sebesar 0,92 persen (m-to-m), memberikan andil penurunan sebesar 0,70 persen.

Meski demikian, beberapa komoditas unggulan tetap menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap total nilai ekspor, termasuk batubara (11,53 persen), besi dan baja (10,57 persen), serta minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya (9,20 persen).

Ekspor nonmigas ke negara/kawasan tujuan utama umumnya menurun secara bulanan, kecuali Tiongkok yang mencatatkan kenaikan. Secara tahunan, ekspor nonmigas ke India mengalami penurunan, sedangkan ke negara/kawasan lainnya meningkat.

BACA JUGA: PTPN IV Regional III Perluas Penyediaan Bibit Sawit Unggul di Riau

Tren ini menyoroti perlunya diversifikasi pasar ekspor untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan dari negara mitra dagang tertentu, khususnya negara yang mengalami kontraksi di sektor manufaktur. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com