InfoSAWIT, INDRAGIRI HULU – Dengan semangat mendukung usaha kelapa sawit yang berkelanjutan, Hari Temu Tani di Desa Titian Resak, Indragiri Hulu, Riau, pada 18 Desember 2024 sukses diselenggarakan dengan mengusung tema “Mendorong Minat Pekebun Sawit Swadaya dan Berbagai Pihak untuk Membangun Usaha Sawit Sesuai Standar ISPO dan RSPO”. Widya Erti Indonesia bersama Unilever dan dengan didukung oleh pemerintah setempat beserta pemangku kepentingan lainnya menjadikan acara ini menjadi wadah kolaborasi penting bagi petani dengan berbagai pihak dalam mendorong praktik sawit ramah lingkungan.
“Kegiatan seperti Hari Temu Tani ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi bersama dalam memajukan usaha petani sawit swadaya. Pemerintah mendukung penuh upaya ini sebagai bagian dari komitmen penyetaraan dan pemberdayaan kawan-kawan petani sawit,” ungkap Kabid Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, dalam keterangan resminya dikutip InfoSAWIT, Minggu (22/12/2024).
Para petani yang telah mengikuti Sekolah Lapangan Kelapa Sawit (SLKS) menampilkan capaian dan proses belajar di hadapan stakeholders, sekaligus mempromosikan penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Tujuan utamanya adalah mendorong teknik budidaya yang baik dan berkelanjutan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat dukungan dari berbagai pihak demi keberlanjutan rencana tindak lanjut yang telah disusun alumni SLKS.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode III-Desember 2024 Tertinggi Rp 3.569,21/Kg
Acara ini menjadi momen kelulusan bagi 1.865 petani di Kabupaten Indragiri Hulu dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Dengan menggunakan demo plot sebagai ruang praktik dan perbandingan pembelajaran, petani mampu memahami secara nyata tata kelola kebun yang baik dan berkelanjutan.
Salah satu lulusan SLKS 2024, Jamalludin, menyaksikan manfaat positif dari Praktik Pertanian Terbaik, “Melalui Sekolah Lapangan, saya jadi lebih paham bagaimana mengelola kebun dengan teknik yang benar, serta lebih paham tentang berbagai aturan terkait perkebunan kelapa sawit. Hasil panen kami membaik, dan kami lebih percaya diri untuk memenuhi standar ISPO dan RSPO,” ungkapnya.
Dalam suasana penuh antusiasme, kegiatan Hari Temu Tani mempertemukan berbagai pihak yang memiliki visi bersama dalam membangun keberlanjutan usaha petani sawit swadaya. Dalam kolaborasi ini, turut hadir Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dinas Perkebunan dan Perikanan Kabupaten Indragiri Hulu, serta perusahaan seperti PT BIM (pengelola TBS /Tandan Buah Segar) dan ASD-Bakrie (produsen benih kelapa sawit). Selain itu, unsur pemerintah daerah, Camat, Danramil, Polsek Seberida, Bhabinkamtibmas, Babinsa hingga petani fasilitator turut mengambil bagian dalam momentum strategis ini.
BACA JUGA: Pemerintah Bakal Naikkan Pungutan Ekspor CPO Jadi 10% untuk Dukung Biodiesel B40
Program Manager WEI, Billy Hasbi, menyampaikan pentingnya peran kolaborasi ini, pihaknya bahkan percaya sinergi multipihak seperti ini adalah kunci untuk mempercepat penerapan standar ISPO dan RSPO. “Kolaborasi yang berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan akan memperkuat dampak program, mendorong kemandirian petani sawit, dan berkontribusi pada pencapaian target nasional pertanian sawit berkelanjutan,” katanya.
Kegiatan Hari Temu Tani ini merupakan bagian dari Program Kelompok Petani Sawit Swadaya Berkelanjutan, kerja sama antara Widya Erti Indonesia dan Unilever. Program ini telah berhasil menjangkau lebih dari 4.500 petani kelapa sawit di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Rokan Hilir.
Pendekatan ini mendorong petani untuk mengadopsi praktik pertanian terbaik, meningkatkan produktivitas kebun, serta mempersiapkan diri memenuhi standar sertifikasi ISPO dan RSPO. (T2)
