InfoSAWIT, JAMBI – Ketua Gapoktan (kelompok tani) Putra Tani Jaya asal Jambi, Sis Sumanto, telah menyaksikan bagaimana program PSR dan Sinar Mas Agribusiness and Food telah membantu kelompok taninya mulai dari proses sosialisasi kepada masyarakat dan pengumpulan semua persyaratan dokumen BPDPKS, inisiatif-inisiatif ini telah berperan penting dalam merampingkan proses.
Selain itu, program ini juga memfasilitasi dalam menemukan kontraktor dengan harga murah dan profesional. Para petani juga menerima bibit kelapa sawit unggul bersertifikat dan pasokan pupuk serta herbisida yang berkualitas tinggi dengan harga yang lebih rendah dari pasar.
Melalui Sinar Mas Agribusiness and Food, para petani juga memiliki pengetahuan untuk mempraktekkan pekerjaan teknis sesuai standar dengan biaya serendah mungkin.
BACA JUGA: BPDPKS Kembali Buka Program Grant Riset Sawit 2025, 7 Bidang Penelitian Jadi Prioritas
“Program ini telah meningkatkan taraf hidup petani karena telah membantu meningkatkan seluruh proses operasional di industri secara efisien dan efektif. Sebagai ketua kelompok tani, saya akan terus mendorong petani dan bahkan kelompok tani lainnya untuk berpartisipasi dalam program ini, terutama mereka yang memiliki kebun kelapa sawit yang sudah tua dan sulit untuk dipanen, ujar Sumanto dalam keterangannya dikutip InfoSAWIT, Selasa (24/12/2024).
Melalui program kemitraan strategis ini, 56 petani swadaya dari Gapoktan Putra Tani Jaya telah menerima dana hibah sebesar Rp3,1 miliar dari BPDPKS dan penyediaan bibit, pupuk, dan pendampingan teknis budi daya untuk melakukan peremajaan kebun seluas 124 hektare.
Kolaborasi dan kerja sama merupakan faktor penting dalam keberhasilan Program PSR. Sinar Mas Agribusiness and Food menyadari bahwa tanggung jawabnya tidak hanya sebatas peremajaan kelapa sawit.
BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA untuk Tingkatkan Retensi
Tercatat perusahaan berdedikasi untuk membantu petani dalam meningkatkan mata pencaharian mereka dan, pada saat yang sama, berkontribusi terhadap keberlanjutan kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional yang vital.
Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS, Achmad Maulizal Sutawijaya, mengatakan bahwa PDB Indonesia pada kuartal pertama tahun 2023 tumbuh sebesar 5,03 persen. Merujuk kepada data Badan Kebijakan Fiskal pada tahun 2019 dan 2022, Kementerian Perindustrian melaporkan bahwa industri kelapa sawit menyumbang 3,5 persen terhadap PDB nasional.
Berdasarkan data dari BPDPKS, sektor kelapa sawit, yang melibatkan 2,4 juta petani swadaya dan 16 juta tenaga kerja, dapat terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hubungan simbiosis antara perkebunan kelapa sawit dan praktik pertanian berkelanjutan tidak hanya mendorong kesejahteraan individu, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (T2)
