Dalam upaya pemuliaan tanaman, Cenipalma juga menerapkan teknologi pemilihan genomik untuk memastikan varietas sawit yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Dengan memanfaatkan genetic markers, para peneliti dapat menentukan tanaman dengan gen yang lebih unggul untuk menghadapi tantangan lingkungan.
Dalam mitigasi perubahan iklim, efisiensi unsur hara menjadi faktor penting. Penelitian Cenipalma menunjukkan bahwa penggunaan amonium lebih menguntungkan bagi pertumbuhan sawit dibandingkan nitrat, karena meningkatkan biomassa secara signifikan.
Salah satu strategi utama menuju intensifikasi produksi adalah pengembangan OxG Hybrid, varietas sawit yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.
BACA JUGA: Ketua SPKS Aceh Dampingi Petani Sawit Daftar Sarpras BPDP Untuk Perbaikan Jalan Kebun
“Perubahan suhu yang mencapai 40 hingga 50 derajat Celsius berdampak pada penyerbukan alami oleh kumbang. Oleh karena itu, Cenipalma mengembangkan teknologi penyerbukan buatan menggunakan Naphthalene Acetic Acid (NAA). Metode ini terbukti berhasil meningkatkan produksi buah sawit, terutama dalam jumlah tandan yang lebih banyak,” pungkas Diaz.
Dengan berbagai inovasi ini, industri sawit Kolombia berupaya untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim dan memastikan keberlanjutan produksi di masa depan. (T2)
