Kenanga Research Proyeksikan Harga CPO RM4.600 hingga RM4.700 per ton

oleh -11.679 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Crude Palm Oil (CPO).

Kenanga Research juga mencatat bahwa ekspansi perkebunan kelapa sawit yang stagnan sejak 2018/2019 telah memperlambat pertumbuhan pasokan menjadi hanya 2,0 persen hingga 3,0 persen per tahun. Dengan mayoritas konsumsi minyak nabati digunakan dalam industri makanan (70 persen), biodiesel (22-25 persen), serta oleokimia dan sektor lainnya, kebijakan biodiesel dapat menjadi faktor penentu dinamika harga di masa depan.

“Jika harga minyak nabati naik lebih tinggi, pemerintah kemungkinan akan mengurangi campuran biodiesel untuk mengendalikan inflasi pangan, yang lebih sensitif secara politik,” ungkap laporan tersebut.

Dari sisi biaya produksi, sektor hulu minyak sawit diperkirakan akan tetap kompetitif pada 2025. Meskipun upah minimum di Malaysia dan Indonesia telah naik 16 persen, serta kontribusi dana pensiun (EPF) sebesar 2,0 persen untuk pekerja migran mulai berlaku, kenaikan biaya tenaga kerja diprediksi hanya sebesar 6,0 persen hingga 8,0 persen secara tahunan.

BACA JUGA: Pemerintah Dorong Hilirisasi Sawit, Fokus pada Daya Saing dan Keberlanjutan

Dengan kombinasi harga CPO yang kuat dan biaya produksi yang relatif stabil, Kenanga Research tetap optimistis terhadap kinerja sektor perkebunan sepanjang tahun 2025. (T2)

 

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com