Pertanyaannya sekarang: siapa yang harus bergerak? Jawabannya: pemerintah. Petani sawit yang luasnya 6,1 juta ha berada di bawah pembinaan Dinas Perkebunan Provinsi dan Kabupaten. Perkebunan BUMN ada di bawah kendali pusat. Swasta besar pun bisa diarahkan oleh Dirjen Perkebunan. Semuanya menunggu sinyal dan kebijakan yang benar.
Jika kita gagal mengelola potensi ini, maka bukan hanya petani yang rugi. Negara pun kehilangan peluang besar memperkuat ketahanan energi, memperluas lapangan kerja, dan menciptakan kesejahteraan berbasis agroindustri.
Sawit bukan hanya komoditas ekspor. Ia bisa menjadi kekuatan strategis nasional—jika kita mampu mengelolanya dengan cerdas. (*)
