InfoSAWIT, SIMALUNGUN – Koperasi Konsumen Bersatu Makmur Jaya (BMJ) yang beranggotakan petani kelapa sawit swadaya di Desa Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terus memperkuat kelembagaan guna meningkatkan profesionalisme dan manfaat bagi para anggotanya.
Dilansir InfoSAWIT dari FORTASBI, pada Selasa (21 April 2026), upaya penguatan ini dilakukan melalui berbagai program peningkatan kapasitas, termasuk pelatihan pengelolaan keuangan koperasi serta literasi keuangan bagi anggota. Program tersebut didukung oleh salah satu perusahaan mitra sebagai bagian dari kolaborasi dalam mendorong praktik sawit berkelanjutan.
Ketua Koperasi BMJ, Ardiansyah Sinto Sirait, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi kunci agar koperasi mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. “Kami ingin terus menguatkan koperasi ini agar manfaatnya dirasakan oleh anggota. Dengan kolaborasi antara petani dan perusahaan, akan semakin memajukan perkebunan sawit swadaya,” ujarnya.
BACA JUGA: Bukan Lagi Produksi, Tatkala Spasial Menentukan Masa Depan Sawit
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik pengurus koperasi maupun petani, menjadi faktor penting dalam mendorong produktivitas dan memastikan kepatuhan terhadap standar pasar global.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, koperasi telah menandatangani nota kesepahaman dengan Unilever Oleochemical Indonesia (Unioleo) untuk mendukung peningkatan kapasitas petani sawit swadaya. Program ini mencakup pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan tantangan industri dari tahun ke tahun.
“Peningkatan kapasitas SDM tidak bisa berhenti, karena setiap tahun tantangannya berbeda. Petani juga harus terus mendapatkan informasi terbaru dari industri agar mampu menghasilkan TBS sesuai prinsip sawit berkelanjutan,” jelasnya.
BACA JUGA: FORTASBI Ingatkan Petani Sawit Waspadai Kemarau 2026, Risiko Kebakaran Meningkat
Saat ini, Koperasi BMJ mendampingi 1.277 petani swadaya yang telah menerapkan praktik berkelanjutan, terdiri dari 955 laki-laki dan 322 perempuan, dengan total luas lahan mencapai 2.270,79 hektare.
Dalam pelaksanaan pelatihan, perusahaan mitra menyediakan tenaga pelatih profesional, sementara koperasi menyiapkan fasilitas yang representatif sebagai pusat kegiatan pembelajaran bagi anggota.
Selain fokus pada penguatan kelembagaan, koperasi juga mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah inisiatif berkebun sayur di rumah yang ditujukan untuk memberdayakan perempuan setelah koperasi memperoleh sertifikasi RSPO.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-April 2026 Tertinggi Rp4.040,01 per Kg
Lebih lanjut, koperasi telah membentuk unit baru bernama Sepakat Mekar Bersama yang beranggotakan mayoritas ibu rumah tangga. Kelompok ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, mulai dari praktik berkebun hingga isu kesehatan dan gizi keluarga.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat posisi petani sawit swadaya dalam rantai pasok global sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota secara berkelanjutan. (T2)
