InfoSAWIT, ROKAN HULU – Perkumpulan Pekebun Kelapa Sawit Swadaya (PPKSS) Tayo Barokah terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam meningkatkan pelayanan kepada anggota petani sawit swadaya. Seluruh program yang dijalankan organisasi ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Dilansir InfoSAWIT dari FORTASBI, pada Selasa (21 April 2026), setelah melalui perjuangan selama empat tahun, kelompok petani yang berlokasi di Desa Tapung Jaya, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, akhirnya memulai pembangunan kantor sebagai pusat layanan terpadu bagi petani.
Kantor tersebut dibangun di atas lahan seluas 25 x 70 meter dengan ukuran bangunan 12 x 12 meter. Targetnya, pembangunan dapat rampung dalam tahun ini, disertai pengisian fasilitas secara bertahap guna menunjang pelayanan yang lebih optimal.
BACA JUGA: Koperasi BMJ Simalungun Perkuat Kelembagaan, Tingkatkan Kapasitas Petani Sawit Swadaya
Manajer ICS, Jumal, menyampaikan bahwa keberadaan kantor ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat operasional, tetapi juga simbol kekuatan kelembagaan petani. “Harapan kami, kantor ini juga sebagai simbol keutuhan lembaga dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fasilitas kantor nantinya akan dilengkapi dengan ruang tamu, ruang pengurus, dapur, kamar mandi, serta aula pertemuan berukuran 7 x 12 meter. Aula ini dirancang sebagai ruang interaksi bagi anggota sekaligus tempat merumuskan strategi pengembangan sawit berkelanjutan.
“Adanya kantor yang representatif ini bisa menjadi tempat berkumpul bagi ICS dan petani, sekaligus menyusun rencana strategis untuk peningkatan kesejahteraan petani,” tambahnya.
BACA JUGA: Bukan Lagi Produksi, Tatkala Spasial Menentukan Masa Depan Sawit
Dari sisi pendanaan, pembangunan kantor ini berasal dari hasil pengelolaan kredit yang secara konsisten disisihkan oleh organisasi. Pada tahun 2024, PPKSS Tayo Barokah mengalokasikan dana sebesar Rp125 juta untuk pembelian lahan, sementara pada 2025 sebesar Rp200 juta digunakan untuk memulai pembangunan fisik.
“Kami berharap, dengan adanya kantor ini, organisasi dan petani bisa lebih sejahtera. Kantor bukan sekadar tempat kerja, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan,” ungkap Jumal.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa desain kantor mengadopsi referensi dari media sosial, dengan harapan dapat menciptakan ruang yang fungsional sekaligus nyaman bagi anggota. Selain itu, pertumbuhan kredit diharapkan terus meningkat guna melengkapi kebutuhan fasilitas kantor ke depan.
BACA JUGA: FORTASBI Ingatkan Petani Sawit Waspadai Kemarau 2026, Risiko Kebakaran Meningkat
Sebagai organisasi yang telah berbadan hukum sejak 2019, PPKSS Tayo Barokah berkomitmen memanfaatkan peningkatan hasil panen serta penjualan kredit RSPO untuk memperkuat usaha kelompok dan meningkatkan kualitas layanan kepada petani sawit swadaya. (T2)
