Selama proses kompetisi, ketiganya harus menghadapi simulasi tekanan layaknya dunia profesional. Menyampaikan ide di hadapan panel juri, mengelola waktu secara ketat, dan mempertahankan argumen dari sudut pandang industri. Di situlah, menurut mereka, soft skills dan mentalitas menjadi kunci.
Kompetisi I-Cast sendiri menjadi ajang bergengsi tingkat internasional yang membuka ruang bagi mahasiswa teknik dari berbagai belahan dunia untuk menunjukkan kemampuannya menyelesaikan persoalan industri berbasis data dan teknologi. Tahun ini, dengan fokus pada industri kelapa sawit, kompetisi memberikan peluang besar bagi peserta untuk tidak hanya merancang solusi, tapi juga mengusulkan pendekatan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Kemenangan Nadya, Jeffrey, dan Stephanie menjadi cermin bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga punya potensi besar menjadi agen perubahan dalam sektor strategis nasional—dari kampus, untuk industri, dan untuk bumi. (T2)
