InfoSAWIT, YOGYAKARTA — Di balik sebotol minyak goreng yang menjadi kebutuhan harian jutaan rumah tangga, tersembunyi proses panjang yang melibatkan teknologi, keterampilan, dan ketelitian tinggi. Proses itu berawal dari pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hingga menjadi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), yang tak hanya menopang kebutuhan domestik, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia.
Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta, melalui fasilitas pilot plant-nya, memberikan kontribusi nyata dalam menjembatani dunia akademik dan industri sawit nasional. Lewat program Praktik Lapangan (PL) yang dirancang komprehensif dan berbasis praktik nyata, mahasiswa dari berbagai program studi dilibatkan langsung dalam pengolahan TBS menjadi CPO, sesuai dengan standar industri.
Pelaksana Tugas Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian INSTIPER, Mohammad Prasanto Bimantio, menjelaskan bahwa mahasiswa terlebih dahulu mengikuti praktik budidaya sawit di kebun KP2 SEAT Ungaran. TBS hasil panen tersebut kemudian dibawa ke kampus untuk diolah di pilot plant menjadi CPO.
Terdapat tujuh tahapan utama dalam proses pengolahan tersebut, Grading – Pengelompokan TBS berdasarkan tingkat kematangan. Hanya buah yang matang sempurna yang diproses agar kualitas dan rendemen minyak optimal. Lantas Penimbangan – Menentukan volume bahan baku sebagai dasar pencatatan produksi dan efisiensi.
Selanjutnya Sterilisasi – Perebusan TBS pada suhu 140–145°C selama 60–90 menit untuk menghentikan aktivitas enzim lipase yang memicu asam lemak bebas (FFA). Dilanjutkan Thresher – Pemisahan buah dari tandan menggunakan alat pemukul berputar. Tandan kosong dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos.
Kemudian Digester – Pelumatan brondolan sawit dalam silinder berpisa untuk melepaskan minyak dari mesocarp (bagian daging buah). Selanjutnya Screw Press – Pemerasan bubur sawit secara mekanis untuk mengekstrak minyak mentah. Serta Clarification – Proses pemisahan minyak dari air dan pengotor menggunakan clarifier tank hingga menghasilkan CPO jernih siap lanjut ke proses industri.
BACA JUGA: Dari Limbah Jadi Berkah, Inovasi Biochar Siswa SMP dan SMA di Sampit
“Setiap tahapan ini diajarkan langsung kepada mahasiswa agar mereka memahami bahwa kualitas minyak sangat ditentukan oleh kualitas TBS dan ketepatan pengolahan,” jelas Prasanto dalam keterangannya kepada InfoSAWIT, Rabu (18/6/2025).
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, INSTIPER juga menanamkan pemahaman lintas disiplin kepada para mahasiswa. Selain Teknologi Hasil Pertanian, kegiatan PL ini juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Teknik Pertanian, Agribisnis, dan Agroteknologi.
