InfoSAWIT, BOGOR — Di tengah semangat membangun pertanian berbasis teknologi, mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Universitas Djuanda menapaki jalur pembelajaran yang tak biasa—bukan di ruang kuliah, tetapi langsung di pusat produksi minyak sawit. Dalam sebuah kunjungan lapang yang sarat pengalaman, para mahasiswa menyambangi Pabrik Kelapa Sawit Cikasungka milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Badan Usaha Milik Negara yang menjadi tulang punggung industri perkebunan nasional.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis, 9 Januari 2025 lalu menjadi bagian dari pendalaman mata kuliah Teknologi Minyak dan Oleokimia, dan dipandu langsung oleh Dosen TIP, Aditia Ginantaka. Di sinilah teori bertemu dengan praktik nyata, dan mahasiswa menyaksikan langsung bagaimana tandan buah segar (TBS) sawit diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO), bahan dasar dari beragam produk rumah tangga dan industri.
“Melihat langsung mesin beroperasi, mendengar penjelasan teknis dari manajemen pabrik, hingga memahami integrasi data digital di lini produksi—semua ini tidak bisa didapat dari sekadar membaca buku,” ujar Aditia Ginantaka dilansir InfoSAWIT dari laman resmi Unida, Rabu (18/6/2025).
Di tengah deru mesin dan aroma khas dari proses ekstraksi minyak, para mahasiswa diajak memahami bagaimana rantai produksi minyak sawit dijalankan secara efisien dan berkelanjutan. Mulai dari proses penerimaan buah, sterilisasi, pemisahan brondolan, pelumatan, hingga pemurnian CPO. Mereka juga belajar tentang sistem kontrol mutu, pengelolaan limbah, serta adopsi teknologi digital dalam sistem pelaporan dan monitoring.
Bagi banyak mahasiswa, kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin akademik. Ini adalah titik temu antara teori dan praktik, antara mimpi dan realitas industri. Salah satu peserta, Andhika, mahasiswa semester enam TIP, mengungkapkan antusiasmenya, “Kami jadi lebih paham tantangan di dunia kerja. Teknologi di industri ternyata jauh lebih kompleks dari yang kami bayangkan. Tapi justru ini jadi pemacu semangat untuk terus belajar.”
Pabrik Cikasungka yang mulai beroperasi pada 2013 memang dirancang dengan pendekatan modern. Tak hanya mengandalkan proses mekanis, pabrik ini juga mulai mengadopsi prinsip efisiensi energi dan integrasi data dalam pengambilan keputusan. Hal ini sejalan dengan tuntutan industri sawit global yang semakin ketat terhadap aspek keberlanjutan dan ketelusuran produk.
BACA JUGA: Penguatan SDM Sawit Mendukung Pengembangan Sawit Berkelanjutan
Sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis pertanian dan industri, Universitas Djuanda menempatkan kegiatan seperti ini sebagai bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan lapangan.
“Kunjungan ini adalah investasi pengalaman. Mahasiswa belajar bahwa industri kelapa sawit bukan hanya tentang hasil akhir berupa minyak goreng atau kosmetik, tapi juga tentang bagaimana teknologi, manajemen, dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” tambah Aditia.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh. Dalam konteks Indonesia yang merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia, kebutuhan akan tenaga profesional di bidang teknologi industri pertanian menjadi semakin penting.
BACA JUGA: Poltek CWE Perkuat SDM Sawit, Dukung Peningkatan Produksi Sawit Berkelanjutan
Dengan berbekal pengalaman langsung dari lapangan, mahasiswa TIP Universitas Djuanda kini membawa pulang lebih dari sekadar catatan observasi—mereka membawa wawasan, inspirasi, dan kesiapan untuk berkontribusi di jantung industri strategis nasional. (T2)
