“Petani swadaya adalah mitra penting. Ketika mereka punya akses terhadap pelatihan dan pendampingan, mereka tidak hanya mengikuti arus, tetapi mampu memimpin arah perubahan,” tegas Wildan.
Ke depan, program ini menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk penguatan lebih lanjut. Di antaranya, mendorong pembentukan kelembagaan petani berbasis kelompok belajar, pengayaan kurikulum dengan pendekatan pertanian regeneratif dan adaptasi iklim, serta skema insentif bagi petani yang konsisten menerapkan prinsip NDPE.
Dengan capaian dan semangat yang dibangun di Pasir Putih, model Sekolah Lapangan Kelapa Sawit diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai pendekatan strategis untuk memperkuat peran petani swadaya dalam mendorong transformasi keberlanjutan sektor sawit rakyat di Indonesia. (T2)
