Hendak Bayar Pajak, Warga Kobar Terkejut itu Uangnya Palsu Hasil Transaksi Buah Sawit

oleh -13.753 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Foto: Sawit Fest 2021/ Yorri Farli /Ilustrasi Tandan Buah Segar (TBS) sawit di loading ramp pabrik.

InfoSAWIT, PALANGKA RAYA — Niat seorang warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) untuk taat membayar pajak justru berujung pada temuan tak terduga, empat lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu. Temuan ini sontak mengungkap risiko yang selama ini luput dari perhatian — peredaran uang palsu dari transaksi komoditas sawit di lapangan.

Adalah Helmi, warga Desa Panahan, Kecamatan Arut Utara, yang mengalami kejadian tersebut saat hendak memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) miliknya di kantor Samsat Pangkalan Bun, Jumat. Ia datang dengan niat memanfaatkan program penghapusan denda pajak yang tengah digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun niat baik itu mendadak terganjal ketika petugas Samsat menegur Helmi atas uang yang ia serahkan. Setelah diperiksa lebih lanjut, petugas menemukan bahwa empat lembar uang pecahan Rp50 ribu yang ia bawa adalah palsu.

BACA JUGA: MPOB Luncurkan Inovasi Baja dan Biskuit Sawit Merah, Dorong Komersialisasi Hasil Riset Industri Sawit

“Saya betul-betul tidak tahu kalau itu uang palsu. Saya terima uang itu dari transaksi jual beli buah sawit beberapa hari lalu di penampungan milik warga Hanau, Seruyan,” ujar Helmi kepada wartawan, dilansir InfoSAWIT dari KBRN RRI, Minggu (29/6/2025).

Kejadian ini menjadi peringatan bahwa sektor transaksi tunai di tingkat petani sawit dan pengepul bisa menjadi titik rawan peredaran uang palsu. Di banyak daerah, transaksi komoditas pertanian dan perkebunan masih berlangsung secara tunai, tanpa melalui perbankan. Situasi ini membuka celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan uang palsu ke masyarakat pedesaan.

“Kalau kami petani, biasanya transaksi langsung tunai. Tidak ada yang cek pakai alat, apalagi kalau di lokasi jauh dari kota,” tambah Helmi.

BACA JUGA: Promosi Sawit Ajak UMKM dan Edukasi Anak, Ini Terobosan BPDP di ITTIE 2025

Kasus ini juga menunjukkan lemahnya pengawasan di titik-titik awal sirkulasi uang tunai, terutama dalam rantai pasok sawit skala kecil dan swadaya. Meskipun tidak ada unsur kesengajaan dari pihak Helmi, insiden ini tetap harus ditindaklanjuti agar kasus serupa tidak terulang.

Beruntung, petugas Samsat bertindak persuasif dan tidak langsung melaporkan Helmi ke pihak berwajib. Setelah dimintai keterangan, ia diperbolehkan mengganti uang tersebut dengan uang yang sah dan tetap melanjutkan proses pembayaran pajak kendaraannya.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com