Danantara Pastikan Ekspor Komoditas Strategis Tetap Lancar, Fokus Awasi Praktik Under-Invoicing

oleh -334 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

InfoSAWIT, JAKARTA – Danantara Indonesia memastikan implementasi mandat yang diberikan kepada PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak akan mengganggu kelancaran ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional. Sebaliknya, langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola perdagangan ekspor melalui sistem yang lebih transparan, terukur, dan akuntabel.

Dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Minggu (7/6/2026), Danantara menegaskan bahwa kepastian berusaha bagi pelaku industri tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, kontrak ekspor yang telah disepakati sebelumnya tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya selama tidak ditemukan indikasi praktik under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai transaksi sebenarnya.

Menurut Danantara, kepercayaan mitra dagang internasional dan investor menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing ekspor Indonesia. Oleh sebab itu, seluruh kebijakan yang dijalankan DSI dirancang untuk memperkuat kredibilitas perdagangan komoditas nasional di pasar global.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 5-11 Juni 2026  Naik Rp137,45/Kg

 

Masa Transisi Difokuskan pada Digitalisasi Pengawasan

Pemerintah telah menetapkan masa transisi pelaksanaan mandat DSI yang dimulai sejak 1 Juni 2026. Selama periode tersebut, fokus utama diarahkan pada penguatan sistem pelaporan dan pengawasan berbasis digital.

DSI saat ini tengah membangun platform digital yang mampu menganalisis data transaksi ekspor berbagai komoditas SDA strategis secara lebih komprehensif. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi indikasi under-invoicing secara objektif dan berbasis data.

Melalui pendekatan tersebut, pengawasan dapat dilakukan secara lebih terarah tanpa menghambat aktivitas ekspor yang selama ini telah berjalan sesuai ketentuan.

BACA JUGA: SPKS Desak Pemerintah Pertahankan Harga MINYAKITA, Usulkan Dana BPDP Digunakan untuk Menahan Kenaikan

“Mayoritas transaksi yang telah memenuhi prinsip kewajaran akan tetap berjalan normal, sementara perhatian lebih difokuskan pada transaksi yang memerlukan evaluasi lebih lanjut,” demikian dijelaskan dalam keterangan resmi tersebut.

Danantara juga menegaskan bahwa DSI akan menjaga kerahasiaan seluruh informasi komersial yang diperoleh dalam proses pengawasan dan monitoring ekspor.

Komitmen tersebut mencakup perlindungan terhadap data transaksi maupun ketentuan kontraktual yang dimiliki perusahaan eksportir. Dengan demikian, pelaku usaha yang selama ini menjalankan aktivitas ekspor sesuai ketentuan tidak perlu khawatir terhadap gangguan operasional maupun kebocoran informasi bisnis.

BACA JUGA: UMM dan Bumitama Gunajaya Agro Perkuat Link and Match, Siapkan Talenta Muda Sawit Siap Kerja

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan kepastian hukum sekaligus menjaga iklim investasi yang kondusif di sektor sumber daya alam.

 

DSI Akan Berperan Sebagai Fasilitator Ekspor

Setelah masa transisi berakhir, DSI akan menjalankan fungsi sebagai perantara yang memfasilitasi sekaligus mengawasi penyaluran ekspor komoditas SDA strategis.

Melalui skema tersebut, hubungan komersial antara produsen dan pembeli internasional tetap dapat berlangsung secara langsung tanpa perubahan mendasar terhadap mekanisme perdagangan yang sudah berjalan.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com