InfoSAWIT, BENGKALIS – Kabut pagi menyelimuti Dusun Muda, Desa Pamesi, Kecamatan Batin Solapan, Rabu (18/6/2025). Di antara rimbun pohon kelapa sawit, suara langkah-langkah pelan terdengar bersamaan dengan gerakan lembut tangan seorang perempuan paruh baya. Tanpa peluit, tanpa tongkat, Suratmi, 45 tahun, menggiring sapi-sapinya keluar dari halaman rumah menuju kebun sawit.
Pemandangan itu telah menjadi bagian dari rutinitas harian di dusun kecil ini. Suratmi, yang telah menggembala sejak belasan tahun silam, tak hanya paham ritme hidup ternaknya, tapi juga menyatu dengan alur alam di sekelilingnya.
“Pagi saya lepas, sore diparkir,” ujarnya sembari tersenyum, merujuk pada kebiasaan menambat sapi-sapinya menjelang malam.
BACA JUGA: Pasar Lilin Dunia Tembus US$ 8,4 Miliar, Jadi Peluang Pasar Minyak Sawit Ramah Lingkungan
Dulu, ia memiliki 32 ekor sapi. Kini tersisa 25, sebagian dijual untuk kebutuhan Lebaran Haji. Tak ada kandang besar. Sapi-sapi itu dibiarkan leluasa merumput di kebun sawit. Rumput yang tumbuh bebas jadi pakan, kotoran mereka menjadi pupuk alami. “Sudah biasa. Kalau ditaruh di kandang terus, malah repot kerja yang lain,” tambahnya.
Yang menarik, lahan tempat sapi-sapi Suratmi merumput bukanlah kebun biasa. Ini adalah aset negara yang kini dikelola oleh koperasi lokal bekerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), BUMN hasil transformasi dari PT Indra Karya (Persero).
Lahan tersebut dulunya sempat terjerat dalam perkara hukum dan kini berada di bawah pengawasan Kejaksaan Agung. Dalam semangat penyelamatan aset negara, Agrinas dipercaya untuk memulihkan nilai ekonomi lahan tersebut—bukan hanya lewat produksi sawit, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA: Kementerian ESDM Tetapkan HIP Biodiesel Juli 2025 Sebesar Rp 12.874 per liter, Turun Rp 16 per Liter
“Kalau bisa, semua potensi lahan ini dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Ternak, pertanian, semuanya bisa hidup berdampingan,” kata seorang perwakilan Agrinas saat ditemui di lokasi.
Di tengah kebun sawit, Suratmi menemukan ruang hidup. Ia tak perlu membeli pakan, tak repot membersihkan kandang. “Sapi kenyang, sawit tumbuh. Saling bantu,” katanya dikutip InfoSAWIT dari laman resmi Agrinas, Senin (7/7/2025).
