Mengenai perdagangan, von der Leyen menyambut baik tercapainya kesepakatan politik atas IEU–CEPA, yang disebutnya sebagai sinyal kuat atas kemitraan jangka panjang berbasis kepercayaan dan nilai-nilai bersama.
“Perjanjian perdagangan baru ini akan membawa peluang besar bagi kedua bangsa kita. Ini akan membuka pasar baru dan menciptakan lebih banyak kesempatan di industri utama, dari otomotif, pertanian, jasa, hingga bisnis lainnya,” katanya.
Di bidang geopolitik, ia menyatakan inisiatif untuk meningkatkan hubungan bilateral Indonesia–Uni Eropa ke tingkat strategic partnership, guna memperkuat kerja sama di bidang keamanan kawasan dan global. Inisiatif ini, menurut von der Leyen, akan melengkapi peran strategis Indonesia dalam hubungan Uni Eropa–ASEAN.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode II-Juli 2025 Naik Rp34,88 per Kg
Terakhir, untuk konektivitas antarmasyarakat, von der Leyen mengumumkan kebijakan baru berupa sistem visa cascade yang mempermudah akses WNI ke kawasan Schengen. Kebijakan ini memungkinkan warga Indonesia yang melakukan kunjungan kedua kalinya ke Uni Eropa untuk langsung memperoleh visa multi-entri.
“Hal ini akan memudahkan kunjungan, investasi, studi, dan hubungan. Intinya, kami sedang membangun jembatan antara masyarakat kita,” tuturnya. (T2)
