InfoSAWIT, BRUSSEL — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengawali kunjungan kenegaraannya ke markas Uni Eropa dengan pertemuan bilateral bersama Presiden Dewan Eropa, António Costa. Pertemuan digelar di Gedung Europa, Brussel, Minggu siang waktu setempat, dan menandai babak baru dalam hubungan Indonesia dan Uni Eropa.
Disambut secara resmi oleh Presiden Costa, Prabowo selanjutnya mengikuti sesi foto bersama di ruang bendera sebelum menuju ruang pertemuan di lantai 11. Dalam kesempatan itu, Presiden didampingi oleh jajaran menteri kunci, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Dubes RI untuk Belgia, Andri Hadi.
Pertemuan ini menjadi momen penting setelah 10 tahun negosiasi panjang yang akhirnya membuahkan kesepakatan politis dalam perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA). Dalam konferensi pers bersama, Prabowo menyebut capaian ini sebagai “hari bersejarah”.
BACA JUGA: Perusahaan Sawit PT Banyu Kahuripan Indonesia Dihukum Bayar Rp282 Miliar, Terkait Gugatan Lingkungan
“Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi saya. Setelah 10 tahun proses negosiasi yang kadang berlangsung cukup alot—hari ini kita berhasil mencapai sebuah terobosan,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan pers ditulis InfoSAWIT, Selasa (15/7/2025).
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa IEU–CEPA bukan hanya kesepakatan dagang, tetapi juga simbol kepercayaan antara dua kekuatan besar dunia dalam membangun kerja sama ekonomi yang inklusif dan berbasis nilai. Indonesia, tegasnya, siap membuka diri terhadap alih teknologi, kerja sama energi bersih, serta penguatan sektor pangan dan hilirisasi mineral penting.
“Kami memandang Eropa sebagai kawasan yang sangat penting dan berharap Eropa dapat terus memainkan peran sentral dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global. Dunia saat ini secara nyata sedang bergerak menuju tatanan multipolar,” imbuhnya.
BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Terapkan Pertanian Regeneratif Guna Kesuburan Tanah dan Mitigasi Iklim
Presiden juga menyampaikan visinya untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan, serta menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan bagi pelaku usaha kedua pihak. Ia mengajak Uni Eropa melihat Indonesia sebagai mitra strategis di tengah dinamika global yang terus berubah.
Usai pertemuan bilateral dengan Presiden Dewan Eropa, Prabowo melanjutkan agenda diplomatiknya dengan bertemu Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, di Gedung Berlaymont. Dalam pertemuan tersebut, von der Leyen mengumumkan tiga pilar utama dalam penguatan hubungan bilateral: perdagangan, geopolitik dan keamanan, serta konektivitas antarwarga.
