InfoSAWIT, MUMBAI — Impor minyak sawit India naik tajam pada Juni 2025, mencatatkan lonjakan lebih dari 60 persen dibanding bulan sebelumnya, menyentuh angka 955.683 metrik ton. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Juli 2024, demikian disampaikan oleh Solvent Extractors’ Association of India (SEA), Senin (14/7/2025).
Lonjakan ini dipicu oleh harga minyak sawit yang lebih murah dibandingkan minyak kedelai (soyoil) dan minyak bunga matahari (sunflower oil), serta kebutuhan untuk mengisi ulang stok minyak nabati yang sempat menipis.
Sebagai pembeli minyak nabati terbesar di dunia, peningkatan impor India ini diperkirakan akan mengurangi stok di negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia, sekaligus memberi dorongan terhadap harga acuan minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia.
BACA JUGA: Produk UKMK Sawit Tampil di IFBC 2025 Balikpapan, BPDP Dorong Kolaborasi dan Inovasi
Tren Impor Minyak Nabati Berubah
Sementara impor minyak sawit melonjak, impor minyak kedelai justru turun 9,8 persen menjadi 359.504 ton, dan impor minyak bunga matahari naik 17,8 persen menjadi 216.141 ton.
SEA juga mencatat bahwa stok minyak nabati domestik India per 1 Juli meningkat untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir, yakni mencapai 1,568 juta ton. Angka ini naik dari bulan sebelumnya sebesar 1,33 juta ton—yang merupakan level terendah dalam lima tahun terakhir.
Menurut Rajesh Patel, Managing Partner di GGN Research, tren tingginya impor minyak sawit kemungkinan berlanjut pada Juli.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Senin (14/7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat
“Harga minyak sawit yang tetap kompetitif dibanding minyak nabati lainnya membuat permintaannya tinggi. Kami perkirakan impor minyak sawit tetap di atas 900.000 ton bulan ini,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Business Recorder, Selasa (15/7/2025).
Patel juga memproyeksikan bahwa impor minyak kedelai akan naik menjadi sekitar 450.000 ton pada Juli. Hal ini dipicu oleh penundaan bongkar muat sejumlah kapal di pelabuhan Kandla, Gujarat, yang baru akan menyelesaikan proses pembongkarannya bulan ini.
India mengimpor minyak sawit utama dari Indonesia dan Malaysia, sementara minyak kedelai dan bunga matahari berasal dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.
Untuk menahan laju inflasi dan mendukung industri penyulingan dalam negeri, pemerintah India pada Mei lalu memangkas tarif impor dasar untuk minyak nabati mentah menjadi hanya 10 persen. Kebijakan ini turut mendorong minat impor para pelaku industri minyak goreng di negara tersebut. (T2)
