InfoSAWIT, KOTA KINABALU — Operasi besar-besaran yang dilakukan Pasukan Gerakan Am (PGA) Briged Sabah berhasil membongkar jaringan penyelundupan minyak sawit mentah (CPO) yang beroperasi di sepanjang pesisir timur dan barat Sabah. Operasi yang dinamakan Operasi Kontraban (Op Taring Palma) ini telah berlangsung sejak Januari 2025.
Dalam pernyataan resmi pada Selasa, Komandan PGA Briged Sabah Senior Asisten Komisaris Datuk Abdul Rani Alias mengungkapkan bahwa delapan kali penggerebekan telah dilakukan dengan melibatkan berbagai batalion PGA, yaitu BN14 Tawau, BN15 Sandakan, BN16 Kota Kinabalu, BN17 Lahad Datu, BN20 Beluran, BN21 Keningau, dan BN22 Kunak.
Dari operasi tersebut, pihak berwenang menangkap 26 orang yang terdiri dari 21 pria warga lokal, empat warga negara Filipina, dan satu warga negara Indonesia. Mereka diduga terlibat dalam penyimpanan dan pemindahan ilegal CPO tanpa izin yang sah, serta gagal menyerahkan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode I-Juli 2025 Turun Rp89,74 per Kg
“Total nilai barang sitaan diperkirakan mencapai RM11,87 juta, termasuk CPO senilai RM1,89 juta, kendaraan seperti truk dan trailer senilai RM9,32 juta, serta berbagai peralatan senilai RM650.890,” jelas Abdul Rani dilansir InfoSAWIT dari theborneopost, Kamis (17/7/2025).
Ia menambahkan bahwa operasi ini berhasil menghentikan aktivitas sindikat terorganisir yang terlibat dalam distribusi dan penyelundupan ilegal CPO di sepanjang pesisir Sabah. Para pelaku diduga menjalankan jaringan distribusi rumit yang memotong jalur resmi dan merugikan negara dari sisi pendapatan dan pajak.
“PGA akan terus melanjutkan operasi seperti ini untuk menjaga keselamatan publik dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Kalimantan Timur Deklarasikan APSBK, Siap Hadapi Tantangan Pasar Global
Abdul Rani juga menyerukan peran aktif masyarakat dalam melaporkan segala aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar kepada pihak berwenang. “Kerja sama masyarakat sangat penting untuk membantu kami menindak kegiatan ilegal yang merugikan ekonomi dan mengancam ketertiban umum,” ujarnya.
Penggerebekan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas oleh penegak hukum Malaysia untuk memperketat pengawasan terhadap komoditas bernilai tinggi, dan memberantas jaringan penyelundupan lintas negara yang sering melibatkan logistik kompleks serta kerja sama antar wilayah.
Saat ini, seluruh tersangka masih dalam proses penyelidikan dan diperkirakan akan menghadapi dakwaan terkait perdagangan ilegal dan pelanggaran perizinan sesuai hukum yang berlaku. (T2)
