InfoSAWIT, BOGOR – Upaya menuju swasembada pangan nasional kini melangkah lebih konkret. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menggencarkan pengembangan padi gogo atau padi lahan kering, sebagai salah satu strategi peningkatan produksi beras secara berkelanjutan.
Dalam program ini, pelaku usaha di sektor perkebunan kelapa sawit dilibatkan secara aktif melalui kemitraan multipihak. Pendekatan kolaboratif ini dipandang sebagai solusi strategis dalam memanfaatkan lahan kering potensial di luar areal persawahan tradisional.
Langkah ini sekaligus menjawab arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya kerja cepat dan nyata di tengah tantangan sektor pertanian yang kian kompleks. Ia menegaskan, swasembada pangan merupakan agenda prioritas nasional yang tidak bisa ditawar.
BACA JUGA: Kemenko Dorong ISPO Lebih Komprehensif, dari Hulu hingga Hilir
“Program ini bukan sekadar kebijakan, tapi komitmen nyata demi masa depan petani dan ketahanan pangan bangsa. Swasembada pangan adalah harga mati,” tegas Mentan Amran.
Senada dengan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menyatakan optimisme bahwa target swasembada bisa lebih cepat tercapai jika seluruh pihak bergerak bersama. Sinergi lintas sektor disebut menjadi kunci keberhasilan, utamanya dalam mengoptimalkan lahan kering di wilayah perkebunan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh peran aktif pelaku usaha, terutama dari sektor kelapa sawit, untuk turut menanam padi gogo di lahan-lahan kering yang tersedia. Ini kerja bersama demi Merah Putih,” ujar Roni dikutip Senin (28/7/2025).
BACA JUGA: KLH/BPLH Segel Empat Perusahaan Sawit di Riau, Tindak Tegas Pelanggaran Karhutla
Ia juga mendorong semua pihak di lapangan yang menghadapi kendala teknis agar menjalin komunikasi dengan Ditjen Perkebunan. Menurutnya, Kementan siap memberi pendampingan dan fasilitasi selama ada komitmen kuat.
“Kami siap mendukung sepenuhnya. Asalkan ada kemauan dan kesungguhan, kita bisa wujudkan ketahanan pangan yang tangguh,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong yang dikedepankan, program pengembangan padi gogo ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam perjalanan Indonesia mencapai swasembada pangan yang berdaulat dan berkelanjutan. (T2)
