InfoSAWIT, BANDA ACEH — Pemuda Muhammadiyah Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit dengan terlibat aktif di ajang nasional yang menampilkan inovasi dan memperkuat kolaborasi antar pelaku industri.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Aceh, Zul Hafiyan, mengatakan pihaknya mengutus tiga kader terbaik di bidang sawit—Fauzan Putraga Albahri, Zulfazli, dan Yoyon Nofanta—untuk mewakili Aceh di tingkat nasional.
Menurut Zul, keterlibatan ini menjadi bukti keseriusan Pemuda Muhammadiyah dalam memberdayakan petani sawit swadaya dan mendorong pembangunan berkelanjutan di sektor tersebut.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Jumat (8/8), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Menguat
“Melalui pengelolaan dana yang efektif untuk mendukung pertumbuhan industri, kami juga ingin mendorong tumbuhnya usaha kecil dan menengah (UKM) di masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Minggu (10/8/2025).
Zul juga mendorong Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) agar terus menyediakan dukungan finansial dan teknis bagi UKM sektor sawit, khususnya di Aceh. Ia menegaskan, misi BPDP untuk meningkatkan kontribusi perkebunan kelapa sawit, kakao, dan kelapa terhadap perekonomian nasional juga harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan.
Sementara itu, Fauzan Putraga Albahri sebagai salah satu delegasi, menyampaikan terima kasih kepada BPDP yang telah memberikan kesempatan kepada Pemuda Muhammadiyah Aceh untuk memamerkan kreativitas lokal berbasis produk sawit.
BACA JUGA: Dorong Produktivitas dan Keberlanjutan, Disbun Sulbar Perkuat Sertifikasi Benih Kelapa Sawit
Dalam kegiatan pameran di Riau tersebut, Pemuda Muhammadiyah Aceh menampilkan berbagai produk olahan berbahan sawit, antara lain parfum, bahan eko print, suvenir khas Aceh, serta beragam inovasi lainnya yang siap dipasarkan di tingkat nasional.
“Ini adalah peluang besar bagi kami untuk memperkenalkan produk lokal dari Tanah Serambi Mekkah. Insyaallah, jika diberi kesempatan, kami akan membawa program serupa ke Aceh dan mengembangkannya lebih baik lagi,” ujar Fauzan.
Ia menambahkan, ke depan Pemuda Muhammadiyah Aceh akan terus melibatkan para pelaku UKM lokal dalam setiap programnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh petani sawit.
BACA JUGA: Direktur BPDP Dorong Semangat Mahasiswa Penerima Beasiswa Sawit di INSTIPER Yogyakarta
“Fokus kami adalah membantu petani dan pelaku usaha kecil berkembang, demi meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit di Aceh,” tutup Fauzan. (T2)
