InfoSAWIT, JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Belarus, Maxim Ryzhenkov, di Jakarta, Senin (5/8). Pertemuan bilateral ini membahas penguatan kerja sama di sektor pertanian, khususnya membuka peluang pasar baru bagi komoditas unggulan Indonesia.
Amran mendorong peningkatan ekspor lima komoditas strategis ke Belarus, yakni minyak kelapa sawit mentah (CPO), kopi, kakao, kelapa, dan karet. “Pertemuan ini sangat positif. Kita mendorong ekspor komoditas strategis seperti CPO, kopi, kakao, kelapa, dan karet. Ini penting untuk memperbaiki neraca perdagangan kita,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari FB Kementan, Minggu (10/8/2025).
Ia menegaskan, Indonesia merupakan produsen utama CPO dunia dan produsen kelapa terbesar kedua. Dengan potensi tersebut, Belarus dinilai dapat menjadi mitra strategis sekaligus pasar yang menjanjikan bagi produk hilirisasi pertanian Indonesia.
BACA JUGA: Program SLV Apical di Aceh Singkil Catat Hasil Positif
“Ini hubungan yang saling menguntungkan. Selama ini kita impor susu dari Belarus, dan ke depan ada rencana impor mentega serta daging. Tapi kita juga ingin ekspor produk kita ke sana agar neraca perdagangannya seimbang,” tambah Amran.
Belarus, kata Amran, menyambut positif rencana tersebut dan siap memfasilitasi promosi produk unggulan pertanian Indonesia di pasar mereka. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat penetrasi pasar sekaligus memperkuat hubungan dagang kedua negara. (T2)
