Harga Minyak Sawit Malaysia Naik Tipis, Menuju Kenaikan Mingguan Kedua

oleh -3.854 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Crude Palm Oil (CPO).

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia bergerak tipis pada perdagangan Jumat (15/8), dengan pelaku pasar menunggu rilis data ekspor untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Hingga tengah hari, kontrak acuan di Bursa Derivatif Malaysia naik 9 ringgit atau 0,2% menjadi 4.412 ringgit (US$1.046,24) per ton. Secara mingguan, harga tercatat menguat 3,69%, mengarah pada kenaikan kedua berturut-turut.

“Futures bergerak sideways mengikuti pergerakan harga minyak sawit di Dalian. Kami menunggu data ekspor untuk panduan selanjutnya,” kata seorang pialang berbasis di Kuala Lumpur, dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Minggu (17/8/2025).

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode I-Agustus 2025 Naik Rp. 29,11 per Kg

Di bursa Dalian, kontrak minyak sawit paling aktif turun 0,57%, sementara harga soyoil merosot 0,37%. Di Chicago Board of Trade, soyoil juga turun tipis 0,17%. Minyak sawit kerap mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing di pasar global.

Asosiasi perdagangan terkemuka melaporkan impor minyak sawit India anjlok pada Juli akibat pembatalan kontrak, sementara ekspor soyoil melonjak tajam secara tahunan, didorong harga yang kompetitif dan masuknya kiriman tertunda dari Juni.

Sementara itu, data resmi di situs Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan harga patokan CPO Malaysia untuk September naik, sehingga bea keluar meningkat menjadi 10%.

BACA JUGA: Presiden Prabowo: 3,1 Juta Hektare Lahan Sawit Bermasalah Kembali ke Negara, Tambang Ilegal Jadi Target Berikutnya

Harga minyak mentah global juga naik ke level tertinggi satu pekan pada Jumat, setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan ada “konsekuensi” jika Rusia menolak menandatangani perjanjian damai dengan Ukraina, memicu kekhawatiran pasokan. Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Selain itu, nilai tukar ringgit melemah 0,17% terhadap dolar AS, sehingga membuat minyak sawit lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.

Menurut analis teknikal Wang Tao, harga minyak sawit berpeluang menguji level resistensi di 4.481 ringgit per ton. Jika tembus, potensi kenaikan bisa berlanjut hingga 4.570 ringgit. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com