InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia bergerak tipis pada perdagangan Jumat (15/8), dengan pelaku pasar menunggu rilis data ekspor untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Hingga tengah hari, kontrak acuan di Bursa Derivatif Malaysia naik 9 ringgit atau 0,2% menjadi 4.412 ringgit (US$1.046,24) per ton. Secara mingguan, harga tercatat menguat 3,69%, mengarah pada kenaikan kedua berturut-turut.
“Futures bergerak sideways mengikuti pergerakan harga minyak sawit di Dalian. Kami menunggu data ekspor untuk panduan selanjutnya,” kata seorang pialang berbasis di Kuala Lumpur, dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Minggu (17/8/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode I-Agustus 2025 Naik Rp. 29,11 per Kg
Di bursa Dalian, kontrak minyak sawit paling aktif turun 0,57%, sementara harga soyoil merosot 0,37%. Di Chicago Board of Trade, soyoil juga turun tipis 0,17%. Minyak sawit kerap mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing di pasar global.
Asosiasi perdagangan terkemuka melaporkan impor minyak sawit India anjlok pada Juli akibat pembatalan kontrak, sementara ekspor soyoil melonjak tajam secara tahunan, didorong harga yang kompetitif dan masuknya kiriman tertunda dari Juni.
Sementara itu, data resmi di situs Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan harga patokan CPO Malaysia untuk September naik, sehingga bea keluar meningkat menjadi 10%.
Harga minyak mentah global juga naik ke level tertinggi satu pekan pada Jumat, setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan ada “konsekuensi” jika Rusia menolak menandatangani perjanjian damai dengan Ukraina, memicu kekhawatiran pasokan. Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Selain itu, nilai tukar ringgit melemah 0,17% terhadap dolar AS, sehingga membuat minyak sawit lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.
Menurut analis teknikal Wang Tao, harga minyak sawit berpeluang menguji level resistensi di 4.481 ringgit per ton. Jika tembus, potensi kenaikan bisa berlanjut hingga 4.570 ringgit. (T2)
