InfoSAWIT, JAKARTA — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan keseriusannya mendukung tata kelola sawit berkelanjutan dengan menggelar sosialisasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Kegiatan yang diprakarsai Direktorat Riset, Pengembangan, dan Keberlanjutan ini diikuti ratusan karyawan secara hybrid dari Kantor Pusat Agrinas, Kamis (11/9) lalu.
Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Baginda Siagian, hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan ISPO bukan hanya sekadar regulasi, melainkan standar nasional yang memastikan kelapa sawit Indonesia tetap kompetitif di pasar global. “ISPO hadir untuk menjawab tuntutan keberlanjutan. Bukan hanya agar produk sawit diterima internasional, tetapi juga menjamin keberlangsungan ekonomi jutaan pekerja dan petani sawit,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Agrinas Palma Nusantara, Rabu (17/9/2025).
Dari internal perusahaan, General Manager Riset dan Teknologi Industri Hulu, Rudy Yanto Sirait, memaparkan langkah konkret Agrinas dalam memenuhi tujuh prinsip ISPO, mulai dari kepatuhan hukum, praktik perkebunan yang baik, pengelolaan lingkungan hidup, hingga tanggung jawab sosial dan transparansi. “Implementasi ISPO bukan hanya soal dokumen, melainkan budaya kerja berkelanjutan. Setiap karyawan berperan penting dalam memastikan praktik budidaya sesuai standar dan menjaga lingkungan,” jelasnya.
BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Terima Kelola 1,5 Juta Hektare Lahan Sawit dari Satgas PKH
Isu eksternal juga ikut dibahas, termasuk regulasi Uni Eropa EU Deforestation Regulation (EUDR) yang menuntut produk sawit bebas deforestasi dan dapat ditelusuri hingga ke sumber asal. Dalam konteks ini, ISPO dipandang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sekaligus menangkal kampanye negatif terhadap industri sawit.
Dukungan pendanaan turut dipaparkan oleh Plt Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit II BPDPKS, Dwi Nuswantara. Ia menjelaskan, hingga 31 Agustus 2025 BPDP telah menerbitkan 152 rekomendasi teknis dengan nilai dana Rp576,3 miliar, terdiri dari Rp297,89 miliar dalam bentuk uang dan Rp278,40 miliar berupa barang. Skema ini mencakup fasilitasi verifikasi teknis ISPO, penerbitan STDB, pelatihan Sistem Kendali Internal (ICS), hingga pendampingan sertifikasi.
Bagi Agrinas Palma Nusantara, dukungan BPDP menjadi penopang penting agar sertifikasi ISPO dapat berjalan lebih cepat dan inklusif, terutama dalam menjangkau pekebun kecil. “ISPO adalah jalan menuju sawit Indonesia yang lebih berkelanjutan. Kami ingin menjadi contoh bagaimana BUMN perkebunan bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan rakyat,” pungkas Rudy. (T2)
