INfoSAWIT, JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Komite Penelitian dan Pengembangan resmi mengumumkan daftar proposal yang lolos seleksi awal Program Grant Riset Sawit (GRS) 2025. Sebanyak 90 judul proposal dari berbagai universitas, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian dinyatakan berhak melanjutkan ke tahap presentasi.
Proposal tersebut terbagi dalam tujuh bidang riset strategis, yakni bioenergi; biomaterial dan oleokimia; lahan, bibit, dan budidaya; pangan, pakan, dan kesehatan; pascapanen dan pengolahan; penanganan limbah serta lingkungan; hingga sosial, ekonomi, manajemen, pasar, dan ICT. Setiap bidang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri sawit berkelanjutan.
Dilansir InfoSAWIT dari BPDP, Rabu (17/9/2025), tahapan presentasi akan digelar pada 13–16 Oktober 2025 secara hybrid, sehingga peserta dapat mengikuti secara daring maupun luring. BPDPKS menegaskan, pengumuman daftar proposal ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
BACA JUGA: Limbah Sawit Jadi Energi Hijau, Kemenperin Dorong Pemanfaatan TKKS untuk Bioethanol
Informasi lebih lanjut, termasuk undangan resmi bagi peserta yang lolos, akan disampaikan melalui email yang telah didaftarkan saat registrasi pada laman resmi program riset BPDPKS.
Program GRS 2025 menjadi salah satu upaya memperkuat riset dan inovasi di sektor kelapa sawit, sekaligus menjawab tantangan global terkait energi terbarukan, lingkungan, dan daya saing produk turunan sawit Indonesia. (T2)
Klik untuk detil 90 proposal Grant Riset Sawit 2025
