Sementara itu, pemerintah menyatakan uji coba mandatori biodiesel B50 masih berlangsung dan diperkirakan memakan waktu enam hingga delapan bulan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui ada kemungkinan penyesuaian target.
“Kita sekarang sedang uji coba. Apakah nanti langsung ke B50 atau ada tahapan B45 dulu, itu kita tunggu hasilnya,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (12/9/2025).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menambahkan, Kementerian ESDM belum pernah melakukan uji coba resmi untuk B45. Karena itu, kajian teknis maupun ekonomi sedang diperdalam, termasuk soal harga minyak sawit sebagai bahan baku, kebutuhan insentif, pungutan ekspor, dan bea keluar.
Sebagai catatan, program mandatori biodiesel berbasis sawit sudah berjalan dengan B40. Namun, sejumlah pelaku industri, terutama sektor pertambangan, mengeluhkan biaya operasional yang naik akibat bahan bakar menjadi lebih mahal. Beberapa produsen kendaraan berat juga masih enggan memberi garansi untuk penggunaan biodiesel dengan campuran FAME di atas 10%. (T2)
