InfoSAWIT, PALU – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya dalam menjaga tata kelola industri kelapa sawit yang berkeadilan dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan oleh Perwakilan Ditreskrimsus Polda Sulteng, Kompol Heri Edrino Sihombing, S.I.K., M.H., yang hadir mewakili Kapolda Sulteng dalam Celebes Forum GAPKI Cabang Sulawesi 2025, seperti dikutip dari RRI.
Forum tahunan ini menjadi wadah strategis bagi pemangku kepentingan sawit di kawasan timur Indonesia untuk memperkuat sinergi dalam membangun masa depan industri sawit Sulawesi. Wilayah ini dinilai memiliki potensi besar sebagai poros baru sawit nasional, berkat dukungan lahan yang luas, investasi yang tumbuh, serta meningkatnya kapasitas petani dan pelaku usaha lokal.
Dalam paparannya, Kompol Heri menegaskan bahwa aparat kepolisian berperan penting dalam memastikan seluruh kegiatan usaha perkebunan berjalan sesuai koridor hukum dan prinsip keberlanjutan lingkungan.
BACA JUGA: Kemenperin Dorong Industrialisasi Sawit, Cargill Tanam Investasi US$ 200 Juta di Lampung
“Kami hadir untuk memastikan industri sawit di Sulawesi tumbuh sehat, tertib, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penegakan hukum yang adil dan transparan akan menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode III-Oktober 2025 Tertinggi Rp 3.479,60 Per Kg
Melalui forum ini, terjalin kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan aparat penegak hukum untuk memperkuat komitmen bersama menuju ekonomi hijau yang berdaya saing. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadikan Sulawesi sebagai contoh pengembangan industri sawit yang tidak hanya produktif, tetapi juga berwawasan lingkungan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. (T2)
