“Kita ingin petani menjadi bagian dari rantai produksi yang memiliki nilai tambah. Itu hanya bisa dicapai lewat koperasi yang kuat dan tata kelola yang terbuka,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Kapuas Hulu, Yanto, S.P., yang menilai pelatihan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas petani sawit rakyat.
“Sebagian besar petani di Kapuas Hulu belum memahami cara memilih bibit unggul, teknik budidaya sesuai standar agronomi, serta manfaat program BPDP seperti PSR, Sarpras, dan pengembangan SDM. Kami mendukung penuh agar kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap Yanto.
BACA JUGA: Outlook Sawit Indonesia 2026: Menapaki Jalan Reformasi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
Menurutnya, sektor sawit rakyat di Kapuas Hulu masih kecil dan belum dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Harus ada langkah strategis agar petani tidak tertinggal. DPRD siap memastikan kebijakan yang berpihak pada rakyat,” ujarnya menegaskan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., M.H., yang membuka acara secara resmi, menyebut sawit sebagai sektor strategis bagi perekonomian lokal dan nasional. Namun ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
“Kapuas Hulu memiliki luas wilayah 31.328 km², dengan 56% merupakan kawasan hutan lindung dan konservasi. Jadi hanya sekitar 20% lahan yang bisa dimanfaatkan untuk perkebunan dan pertanian,” jelasnya.
BACA JUGA: Penandatanganan Addendum MOU Koperasi KUB.PMPL Dinilai Sepihak, Pengurus Pertanyakan Prosedur
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur bibit sawit ilegal yang banyak beredar di pasaran.
“Gunakan bibit berlabel dan bersertifikat. Meski harganya sedikit lebih tinggi, hasilnya jauh lebih baik dan menguntungkan petani dalam jangka panjang,” pesannya.
Fransiskus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bersinergi dengan petani, koperasi, perusahaan, dan lembaga seperti BPDP serta POPSI dalam mewujudkan tata kelola sawit yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Kementan Petakan 1,5 Juta Hektare Lahan Potensial untuk Integrasi Sawit–Sapi
“Kami ingin sawit di Kapuas Hulu tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tapi juga memberi manfaat sosial dan menjaga keutuhan alam. Mari kita kembangkan sawit dengan bijak agar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat sekaligus pelindung lingkungan,” pungkasnya. (T2)
